Tanggapi Santai Materi Pandji, Gibran Sebut Candaan Coki-Muslim Lebih Parah: Anak Saya Baru Lahir
January 20, 2026 01:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menanggapi santai aksi roasting yang diarahkan kepadanya oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix.

Alih-alih merasa tersinggung, Gibran justru menganggap candaan tersebut biasa saja.

Menurutnya, materi lelucon Pandji belum sebanding dengan gaya bercanda duo komika Coki Pardede dan Tretan Muslim.

Bagi Gibran, guyonan Coki–Muslim justru terasa jauh lebih “parah”.

Pandangan itu terungkap dalam perbincangan santai antara Gibran, Coki, dan Tretan Muslim yang diunggah di kanal YouTube TretanUniverse pada Minggu (18/1/2026).

Dalam suasana ringan, Gibran membuka obrolan dengan memberikan apresiasi kepada Pandji atas pencapaian Mens Rea di platform streaming tersebut.

Baca juga: Pandji Kembali Senggol Gibran, Coki Pardede Sepakat Soal Mata: Dia Santuy, Pendukungnya yang Enggak

Ia menyebut, acara komedi itu sempat menduduki posisi teratas Netflix Indonesia, bahkan mengungguli sejumlah serial populer seperti Jujutsu Kaisen dan Stranger Things.

"Kita ucapkan selamat ke bang Pandji ya, Mens Rea nomor 1 di Netflix. Ngalahin Jujutsu Kaisen, ngalahin Stranger Things. Ikut bangga," katanya.

Percakapan kemudian bergeser ketika Coki menyinggung kontroversi yang belakangan muncul seputar Mens Rea.

Dalam pertunjukan itu, Pandji disebut sempat melontarkan candaan yang menyinggung fisik Gibran.

Namun, alih-alih bereaksi keras, Gibran justru menanggapi hal tersebut dengan sikap tenang dan santai, menunjukkan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan materi roasting yang disampaikan Pandji.

"Tapi banyak yang ramai itu mas, banyak yang ramai tuh katanya di Mens Rea menghina fisik. Salah satunya fisik Mas Gibran," kata Coki ke Gibran.

"Ya enggak apa-apa, buat lucu-lucuan aja. Santai," balas Gibran. 

 Tretan Muslim ikut menimpali soal candaan tersebut. 

"Dibilang ngantuk," ujar Tretan.

"Ya enggak apa-apa, santai," jawab Gibran kembali. 

Tretan pun bertanya dengan bercanda kepada Gibran apakah dirinya memang sebenarnya kerap mengantuk. 

"Tapi, mas ngantuk enggak?" tanyanya lagi. 

Gibran menjelaskan bahwa bentuk matanya memang seperti itu sejak lahir. 

"Ya, dari lahir bentuk matanya seperti ini. Mau gimana lagi," ucapnya. 

Dibandingkan dengan Candaan Coki-Muslim

Dalam perbincangan santai itu, Gibran justru membandingkan roasting yang dilakukan Coki-Muslim terhadap dirinya. 

Ia menyebut kedua orang tersebut lebih parah dibanding Pandji. 

Gibran mengenang kembali pengalaman saat anak keduanya baru lahir. 

Pada siang hari, ia menemani proses persalinan, tetapi malam harinya sudah diroasting oleh Coki-Muslim. 

"Saya masih ingat itu anak kedua saya lahir itu ya. Siang lahir, malemnya saya di-roasting. Acaranya MLI (Majelis Lucu Indonesia). Anak saya baru lahir, malamnya kalian roasting," katanya.

Menurutnya, candaan mereka lebih pedas ketimbang Pandji. 

Namun, ia tidak marah dengan candaan keduanya. 

"Iya lebih parah dari Pandji. Tapi enggak apa-apa sih. Lucu-lucuan untuk menghibur orang lah," pungkasnya.  

Baca juga: Sindir Pandji Pragiwaksono? Gibran Unggah Konten Bahas Ngantuk Bareng Tretan Muslim & Coki Pardede

PANDJI PRAGIWAKSONO GIBRAN - Komedian Pandji Pragiwaksono sindir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di pertunjukan spesial Mens Rea.
PANDJI PRAGIWAKSONO GIBRAN - Komedian Pandji Pragiwaksono sindir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di pertunjukan spesial Mens Rea. (Instagram/@pandji.pragiwaksono/ @gibran_rakabuming)

Dibela Tompi

Dokter sekaligus musisi ternama dr Tompi sempat merespons soal polemik candaan fisik yang dilontarkan komika Pandji Pragiwaksono kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam special show Mens Rea. 

Tompi menegaskan bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukan lah joke yang sehat dan cerdas. 

Dalam pernyataannya, dr Tompi menjelaskan bahwa apa yang dialami seseorang dengan tampilan "mengantuk", seperti yang dialami Gibran pada matanya, itu disebut PTOSIS. 

Kondisi tersebut bisa bersifat bawaan dan tidak semestinya dijadikan bahan lelucon. 

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Apa yang terlihat "mengantuk" pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," kata Tompi seperti dikutip dari Instagramnya. 

Ia menegaskan ruang publik tetap terbuka untuk kritik, satire dan humor. 

Akan tetapi, ia menilai merendahkan kondisi tubuh seseorang justru menunjukkan kemalasan berpikir. 

"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya," katanya. 

Tetap apresiasi

Kendati melontarkan kritik, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi Pandji dalam Mens Rea. 

Ia mengaku telah menonton special show Pandji dan menilai materi Pandji banyak benarnya. 

"Btw sy nonton shownya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya," pungkasnya.

(TribunTrends/TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.