Kajian Independen FEB Untan Jadi Acuan Penetapan Potensi Parkir Pontianak
January 20, 2026 03:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan) memaparkan hasil analisis potensi parkir tepi jalan umum kepada Pemerintah Kota Pontianak,Senin 19 Januari 2026.

Tenaga Ahli Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan, Juanda menjelaskan, kajian yang dilakukan merupakan bentuk kerja sama antara pihak akademisi dengan Pemkot Pontianak untuk membantu memetakan potensi riil dari setiap titik parkir tepi jalan umum melalui survei lapangan. 

"Terkait dengan kami, pada dasarnya kami bekerja sama dengan pemerintah kota itu membantu dalam memetakan potensi. Jadi berapa sih potensi dari setiap titik parkir. Kami memetakan potensi itu melalui kajian survei," ujarnya saat diwawancarai awak media di Kantor Wali Kota Pontianak. 

Ia mengungkapkan, tim survei turun langsung ke titik-titik parkir untuk melakukan pendataan jumlah kendaraan serta melihat tingkat perputaran atau turnover parkir dalam rentang waktu tertentu.

"Jadi kami turun ke titik dekorasi, terus kami petakan, kami lihat berapa kendaraan yang ada di setiap titik parkir, terus kita lihat bagaimana perputarannya, misalnya kita itu turnover," jelasnya.

Juanda mencontohkan, dalam satu titik parkir yang diamati dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, terdapat lima kendaraan yang parkir, namun kendaraan tersebut mengalami pergantian hingga dua kali.

"Misalkan dari jam 8 sampai jam 11 itu kita lihat, ada kendaraan yang parkir di situ, ada 5 kendaraan di satu titik parkir. Terus kita lihat juga perputarannya, ternyata 5 kendaraan itu berganti, pergantiannya itu ada sekitar misalkan 2 kali," katanya.

Menurutnya, posisi tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan sebagai pihak independen menjadi penting agar hasil kajian benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

"Kami pihak independen, kalau khawatir kan misalkan dari pihak pemerintah kota Pontianak mungkin nanti kalau mereka yang melakukan survei, mungkin nanti dinilai bisa terlalu besar. Tapi kalau independen kan, kami melihat benar-benar kondisi yang ada di lapangan," ungkap Juanda.

Ia menambahkan, hasil survei juga memberikan pemahaman baru terkait potensi parkir yang selama ini dinilai hanya berdasarkan keramaian visual.

"Pemahaman baru begini, contohnya misalkan selama ini kita melihat satu titik parkir ini sepertinya ramai, ternyata perputarannya itu lama. Sementara pada saat kami survei, ternyata tidak sampai seperti itu," tuturnya.

Baca juga: RPA Kalbar Minta Polda Segera Usut Tuntas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Remaja 15 Tahun

Juanda menegaskan, kajian ini bertujuan untuk menyajikan nilai wajar potensi parkir di setiap lokasi, sekaligus menjadi penyeimbang antara pemerintah kota dan para pengelola parkir.

"Pada dasarnya kita ini menjadi penyeimbang antara pemerintahan kota dan koordinator atau pengulang-pengulang parkir, sehingga bisa memberikan atau menyajikan nilai wajar, nilai wajar kira-kira potensi parkir di setiap parkir itu berapa," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkot Pontianak merespons positif hasil paparan tersebut dan mendapatkan perspektif baru dalam menetapkan target pendapatan parkir.

"Kalau pihak Pemkot pada dasarnya merespon secara baik. Dan mereka pun ada pemahaman baru yang saya sampaikan. Pemahaman baru ternyata sepertinya lokasi ini kan mungkin kelihatannya ramai, tapi ternyata turnover-nya, perputarnya itu tidak besar," pungkas Juanda. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.