TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam periode 19-22 Januari 2026.
Kondisi ini dipicu oleh pengaruh tidak langsung Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau di sekitar Laut Timor, sebelah utara Australia.
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di sejumlah wilayah NTT, disertai angin kencang yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Selain hujan, dampak signifikan juga terjadi di wilayah perairan. Gelombang setinggi 2,5-4 meter berpotensi muncul di Perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat.
Baca juga: BMKG NTT Sebut Penyebab Cuaca Ekstrem dan hingga Daftar Daerah Terdampak
Sementara itu, gelombang 1,25-2,5 meter diperkirakan terjadi di Laut Flores dan perairan sekitarnya . Adapun gelombang lebih tinggi, 2,5–4 meter, diprakirakan muncul di Perairan Kupang, Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, serta Laut Arafuru bagian barat.
“Wilayah pesisir dan aktivitas pelayaran di NTT perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang,” demikian peringatan BMKG dalam keterangan resminya.
Cuaca Periode 19–22 Januari 2026
Untuk periode 19–22 Januari 2026, BMKG menyebut cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG menetapkan status Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, peringatan angin kencang dikeluarkan untuk wilayah yang lebih luas, mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa TTU, 1 Rumah Warga Desa Humusu Wini Tertimpa Pohon Tumbang
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan jalur pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang.
Informasi cuaca terkini dan peringatan dini dapat diakses melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infoBMKG.
Sumber: BMKG

