BPBD Catat Tahun 2025 Badung Bali Diterjang 114 Bencana, Kerugian Capai Rp 4,1 Miliar
January 20, 2026 06:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah dilakukan pendataan dan perekapan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat ada 114 kejadian bencana di Gumi Keris pada tahun 2025. 

Bencana itu pun tergolong yang berat hingga kerugian akibat bencana mencapai Rp 4.126.000.000.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Badung, Putu Juniarta, seizin Kepala Pelaksana BPBD Badung, Wayan Darma, menyampaikan bahwa tim Jitupasna bergerak cepat menindaklanjuti setiap kejadian bencana yang dilaporkan masyarakat. 

Setiap bencana yang terjadi itu pun langsung didata untuk ditentukan kerugian hingga diajukan bantukan ke pemerintah daerah.

Baca juga: LONGSOR Kepung Bali, Material Tanah Tutup Badan Jalan, Jalur Utama Denpasar-Amlapura Terganggu!

"Setiap turun pasti didata. Baik ada kerugian maupun tidak ada kerugian," ujarnya, Senin 19 Januari 2026.

Diakui, hasil pencatatan di Sistem Lencana total kerugian selama 2025 mencapai Rp 4.126.000.000. 

Bahkan semua itu termasuk penanganan yang dilakukan oleh OPD teknis seperti PUPR dan Perkim.

Dijelaskan, kerugian tersebut berasal dari berbagai jenis bencana yang terjadi sepanjang tahun. 

Bencana banjir menjadi penyumbang kerugian cukup besar, disusul cuaca ekstrem dan kebakaran.

"Banjir paling parah. Mengingat banyak kerugian akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu," ucapnya.

Dari data realisasi bantuan, kerugian akibat bencana banjir mencapai Rp 1.319.000.000. 

Sementara itu, kebakaran menimbulkan kerugian sebesar Rp 590.000.000. 

Adapun cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang, puting beliung, dan tanah longsor, mencatat kerugian paling besar, yakni Rp 2.199.000.000.

"Dari data realisasi terdapat 72 bencana banjir, cuaca ekstrim, seperti pohon tumbang, puting beliung, tanah longsor 27 kejadian dan kebakaran kebakaran 15 kejadian," jelasnya.

BPBD Badung terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. 

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kejadian bencana agar dapat ditangani dengan cepat.

"Setiap laporan bencana yang masuk akan diverifikasi oleh Tim Jitupasna dan dicatat ke dalam Sistem Lencana. Data tersebut kemudian diteruskan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyaluran bantuan," jelasnya sembari mengatakan setelah dilaporkan sudah pasti dilakukan penanganan langsung sesuai tingkat bencananya

Lebih lanjut dikatakan, Tim Jitupasna terdiri dari lintas OPD yang bertugas memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat. 

Bahkan kerugian yang dialami tersebut dihimpun melalui pencatatan resmi Tim Jitupasna Badung yang berada di bawah koordinasi BPBD Badung.

"Tim ini bertugas melakukan penilaian cepat, pendataan, hingga rekonstruksi pasca bencana untuk memastikan besaran dampak yang ditimbulkan," tegasnya lagi. (gus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.