Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban mulai digenjot, jelang tahun ajaran baru 2026/2027, Senin (19/1/2026).
Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Tuban masih memanfaatkan gedung UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban.
Ke depan, sekolah tersebut akan memiliki gedung permanen yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 7 hektar yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Tuban di Kelurahan Mondokan Kecamatan/Kabupaten Tuban.
Baca juga: Kabar Baik, Pemkab Tuban Siapkan Rumah Singgah Gratis di Surabaya bagi Pasien Kurang Mampu
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pembangunan mulai terlihat. Sejumlah pekerja tampak mempersiapkan akses jalan untuk keluar-masuk kendaraan proyek.
Selain itu, lahan yang akan di bangun menjadi sekolah rakyat telah dilakukan pemagaran. Tak hanya itu terlihat pula dump truk mulai berdatangan untuk menguruk lahan seluas 7 hektar.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, menjelaskan bahwa pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Seluruh kewenangan ada di pusat. Kami dari daerah hanya menyiapkan lahan,” ujarnya.
Lebih lanjut Sugeng mengungkapkan, rencana awal pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat awalnya dijadwalkan berlangsung mulai Desember hingga Juli. Namun, karena adanya adendum, masa pengerjaan diperpanjang mulai Januari hingga Agustus 2026.
“Awalnya Desember sampai Juli, namun karena ada adendum, pengerjaan diperpanjang mulai Januari hingga Agustus,” imbuhnya.
Menurutnya, hingga saat ini proses pembangunan masih terus berjalan dan ditargetkan selesai sesuai jadwal dalam adendum tersebut.
Baca juga: Ular King Koros 2 Meter Teror Sekolah Rakyat di Jember, Sembunyi di Gorong-Gorong Penuh Sampah
Untuk saat ini, tahapan yang dilakukan masih fokus pada pematangan lahan serta pembangunan akses jalan baru menuju lokasi sekolah.
Hal ini dilakukan karena kondisi akses saat ini masih sempit dan menyulitkan mobilitas alat berat maupun kendaraan pengangkut material proyek.
“Targetnya sementara menyiapkan akses jalan untuk menunjang aktivitas di kawasan sekolah,” bebernya.
Terkait anggaran pembangunan, Sugeng menyebutkan bahwa seluruh pembiayaan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Tuban bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui kementerian terkait.
“Anggaran dari pusat, selain menyiapkan lahan kita juga berperan mensosialisasikan program ini. Alhamdulillah, warga pada prinsipnya dapat menerima, karena ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) untuk masyarakat kurang mampu,” pungkasnya.
Diketahui, saat ini Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban memiliki dua rombongan belajar, yakni satu rombel tingkat SMP dan satu rombel tingkat SMA. Masing-masing rombel diisi 25 siswa, sehingga total terdapat 50 anak yang saat ini mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Tuban.