TRIBUNKALTIM.CO - Pencarian terkait niat puasa Syaban dan niat puasa ganti Ramadhan 2026 mulai meningkat menjelang datangnya bulan suci.
Banyak umat Islam ingin memastikan bacaan niat yang benar sebelum menjalankan puasa sunnah maupun puasa wajib pengganti (qadha).
Puasa dalam Islam tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga diawali dengan niat, yaitu kehendak dalam hati untuk menjalankan ibadah semata-mata karena Allah SWT.
Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah menurut syariat.
Baca juga: Kapan Awal Ramadhan 2026? Ini Penetapan Muhammadiyah, Prediksi Pemerintah, Batas Bayar Utang Puasa
Berikut penjelasan lengkap seputar niat puasa Syaban, niat ganti puasa Ramadhan, hingga perbedaan keduanya yang perlu dipahami.
Puasa Syaban adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW dikenal sering memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sebagai persiapan spiritual menuju Ramadhan.
Niat puasa Syaban boleh dibaca sejak malam hari hingga sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat Puasa Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Sya'ban esok hari karena Allah SWT
Niat Puasa Syaban di Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ.
Baca juga: Berapa Hari Lagi Puasa 2026 Dimulai? Cek Jadwal Ramadhan Terbaru
Puasa ganti Ramadhan atau qadha puasa adalah puasa wajib untuk mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena alasan syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.
Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa ganti Ramadhan wajib dilakukan pada malam hari sebelum fajar, karena termasuk ibadah wajib.
Lafal niat ganti puasa Ramadhan:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhâ’i fardhi Ramadhâna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya niat puasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.
Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa sunnah Syaban dengan niat ganti puasa Ramadhan, selama niat utamanya adalah qadha puasa.
Namun pahala sunnahnya tetap bergantung pada keikhlasan dan pendapat mazhab yang diikuti.
Karena itu, umat Islam dianjurkan meluruskan niat dan memahami tujuan utama puasa yang dijalankan.
Baca juga: Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan dalam Tulisan Arab dan Latin, Cek Batas Waktu Bayar Utang Puasa
Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada status hukumnya.
Puasa Syaban bersifat sunnah, artinya dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak berdosa.
Sementara puasa ganti Ramadhan bersifat wajib, sehingga harus ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya.
Selain itu, waktu niat puasa sunnah lebih fleksibel dibandingkan puasa wajib yang harus diniatkan sejak malam.
Dalam ajaran Islam, niat adalah inti ibadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.
Artinya, bacaan niat bukan sekadar lafaz, tetapi penegasan kesungguhan hati dalam menjalankan perintah Allah.
Dengan memahami niat puasa, baik niat puasa Syaban maupun niat ganti puasa Ramadhan, umat Islam diharapkan bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang, sah, dan penuh makna.
Menjelang Ramadhan, bulan Syaban menjadi momen tepat untuk melunasi puasa yang tertinggal sekaligus melatih kesiapan fisik dan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. (*)