Reformasi Pendidikan Takalar Dimulai, Bupati Evaluasi Ketat Kepala Sekolah
January 20, 2026 08:05 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR – Bupati Takalar, Sulawesi Selatan Mohammad Firdaus Daeng Manye memulai langkah tegas reformasi pendidikan dengan menjadikan kepala sekolah sebagai titik tekan utama perubahan.

Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala UPT SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Takalar, Senin (19/1/2026) malam.

Rapat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar berlangsung hingga malam hari dan dihadiri ratusan kepala sekolah dari berbagai jenjang.

Pantauan Tribun-Timur.com, Bupati Takalar hadir mengenakan baju koko putih dan peci hitam, didampingi Kabag Forkopim Amran Torada serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Takalar Rifany.

Suasana rapat tampak serius sejak awal, terlebih saat Bupati langsung mengambil alih absensi kehadiran peserta.

Bupati kemudian memeriksa satu per satu kehadiran kepala sekolah SMP.

Dari total sekitar 50 SMP di Takalar, tercatat 44 kepala sekolah hadir atau memiliki keterangan.

Sementara enam lainnya tidak hadir tanpa keterangan yang dinilai jelas.

“Yang hadir 43, tambah satu sakit saya anggap ada keterangan, jadi 44. Berarti kurang enam. Yang enam ini harus jelas,” tegasnya.

Proses absensi berlangsung dinamis dan sempat diwarnai suasana riuh saat berbagai alasan ketidakhadiran disampaikan.

Mulai dari sakit, izin keluarga, hingga alasan cuaca dan kondisi wilayah kepulauan.

Bupati bahkan meminta seluruh kepala sekolah SMP, baik negeri maupun swasta, untuk berdiri dan dihitung langsung.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk ketegasan dan transparansi dalam menilai komitmen pimpinan sekolah.

Tidak hanya SMP, data kehadiran kepala sekolah SD juga menjadi perhatian serius.

Dari total 240 SD di Kabupaten Takalar, sebanyak 220 kepala sekolah tercatat hadir.

Sementara 20 kepala sekolah tidak hadir.

Ketidakhadiran tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.

Mulai dari wilayah pesisir hingga kepulauan, rinciannya:

-Galesong

-Galesong Utara

-Galesong Selatan

-Sanrobone

-Mangarabombang

-Tanakeke

-Polongbangkeng

-Pattallassang

Bupati menegaskan, absensi bukan sekadar soal hadir atau tidak hadir, melainkan gambaran awal kedisiplinan dan tanggung jawab seorang kepala sekolah.

“Kepala sekolah itu adalah komandan di sekolahnya masing-masing,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, kepala sekolah bukan figur harus ditakuti, melainkan pemimpin yang harus diikuti dan diteladani oleh guru maupun siswa.

“Kepala sekolah bukan untuk ditakuti, tapi untuk diikuti. Kepala sekolah adalah role model, uswatun hasanah, suri teladan,” ujarnya.

Bupati menekankan, wajah pendidikan di suatu sekolah sangat ditentukan oleh perilaku dan kepemimpinan kepala sekolah.

“Bagaimana anak didiknya, bagaimana siswanya, itu kepala sekolah yang jadi contoh. Baik untuk muridnya maupun untuk guru-gurunya,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar menargetkan perubahan menyeluruh dalam sistem pendidikan, bukan sekadar perbaikan administratif.

“Saya ingin melihat pendidikan di Takalar ini berubah. Ada transformasi pendidikan secara menyeluruh,” ucap Daeng Manye.

Dalam transformasi tersebut, kata Bupati, kepala sekolah menjadi kata kunci yang menentukan berhasil atau tidaknya reformasi pendidikan.

“Salah satu keyword transformasi itu adalah kepala sekolah,” tegasnya.

Bupati juga memastikan akan melakukan evaluasi langsung terhadap para kepala sekolah yang telah dilantik, termasuk dengan turun langsung ke lapangan.

“Nah, kepala sekolah yang dilantik itu akan saya evaluasi dan saya langsung terjun untuk mengevaluasi,” katanya.

Menurutnya, eksistensi, kompetensi, dan kepemimpinan kepala sekolah akan menjadi tolok ukur utama dalam menilai kemajuan pendidikan di Takalar.

“Eksistensi kepala sekolah, kompetensinya, dan segala macam lainnya itu menjadi salah satu tolok ukur saya selaku Bupati,” ujarnya.

Kata Daeng Manye evaluasi tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan agar pemerintah daerah dapat melihat secara langsung kualitas dan kemajuan pendidikan di Takalar.

“Ini akan terus saya pantau, akan terus saya evaluasi supaya saya bisa melihat langsung seperti apa kualitas pendidikan di Takalar,” katanya.

Langkah tegas ini menandai dimulainya reformasi pendidikan di Kabupaten Takalar dengan penekanan pada disiplin, keteladanan, dan kepemimpinan kepala sekolah.

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat, Pemerintah Kabupaten Takalar serius melakukan pembenahan pendidikan dari hulu, dimulai dari pimpinan satuan pendidikan. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.