TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN – Pasca seorang warga diterkam buaya di kawasan Waduk Persemaian, Kota Tarakan, Kalimantan Utara ( Kaltara ) pada Senin (19/1/2026) kemarin, pihak kelurahan berkoordinasi dengan RT, dan Tim Animal Rescue PMK, bersama PDAM Tarakan.
Pada Selasa (20/1/2026) hari ini, rencananya Waduk Persemaian akan dikeringkan, dan langkah lanjutnya akan dilakukan penangkapan buaya.
Sebelumnya dilaporkan, seorang warga RT 7, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, diterkam buaya saat mencari rumput di kawasan Waduk Persemaian, Senin (19/1/2026) sore.
Waduk Persemaian itu terletak di RT 7, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Tarakan.
Korban diterkam buaya bernama Theresia Padang usia 61 tahun.
Akibat diterkam buaya, korban mengalami luka pada bagian dengkul, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Update Kondisi Korban Diterkam Buaya di Tarakan Kaltara, Ambulans Melaju Malam Hari ke RSUD
Lurah Karang Harapan, Eva Julitas Panjaitan, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan informasi yang diterimanya dari Ketua RT setempat.
Menurutnya, korban memang sudah terbiasa mencari rumput di sekitar Waduk Persemaian tersebut, hampir setiap sore.
“Informasi terakhir dari Pak RT yang saya arahkan ke rumah sakit, korban ini memang sering mencari rumput di sekitar embung persemaian.
Saat sedang mencari rumput, tiba-tiba ada buaya yang melompat, dan menerkam korban di bagian dengkul,” ujar Eva.
Beruntung, saat kejadian terdapat beberapa pemancing di lokasi yang berusaha menarik korban menjauh dari buaya.
Upaya penyelamatan juga dibantu oleh sejumlah anggota kepolisian, yang kebetulan sedang melakukan olahraga sore di sekitar lokasi.
Eva mengungkapkan, keberadaan buaya di waduk tersebut sebenarnya sudah sering dilaporkan oleh penjaga setempat.
Bahkan, pihak pengelola telah memasang papan imbauan agar warga tidak mendekati area embung.
“Informasi dari penjaga memang sering terlihat buaya dan sudah beberapa kali dilaporkan.
Korban sebenarnya sudah tahu ada buaya, tapi karena belum pernah bertemu langsung, beliau merasa aman dan tetap mencari rumput setiap sore,” jelasnya.
Terkait status pengelolaan waduk, Eva menyebutkan bahwa embung tersebut berada di bawah pengelolaan PDAM Tirta Alam Tarakan.
Sementara kawasan sekitarnya juga difungsikan sebagai lokasi wisata yang dikoordinasikan dengan Disbudporapar Tarakan.
Pasca kejadian, pihak kelurahan langsung berkoordinasi dengan PDAM, Animal Rescue Pemadam Kebakaran untuk rencana evakuasi buaya.
Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada malam hari karena gelap.
“Kami sudah sampaikan ke Pak RT agar sementara waktu warga menjauhi lokasi.
Rencananya evakuasi akan dilakukan besok pagi, setelah air disurutkan oleh PDAM.
Baca juga: Breaking News, Detik-detik Mencekam Ibu Pencari Rumput Diterkam Buaya di Waduk Tarakan Kaltara
Tim Pemadam dan Animal Rescue menunggu koordinasi dari kami,” katanya.
Mengenai asal-usul buaya, Eva menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah buaya tersebut berasal dari alam liar, atau kemungkinan lepas dari penangkaran.
“Kami belum bisa berasumsi.
Penjaga juga tidak tahu pasti asal buaya tersebut.
Selama ini hanya sebatas melihat keberadaannya saja,” pungkas Eva.
Pihak kelurahan mengimbau warga, khususnya di RT 7, Karang Harapan, untuk sementara tidak beraktivitas di sekitar waduk persemaian demi menghindari kejadian serupa.
(*)
Penulis: Andi Pausiah