Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura melaksanakan lepas sambut tahun baru 2025 sekaligus pengumuman hasil lomba pondok Natal 2025 di lapangan upacara, Gunung Merah, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (19/1/2026).
Momentum lepas sambut itu ditandai dengan ibadah syukur, doa lintas agama, bersulang bersama Forkopimda Kabupaten Jayapura, dan pengumuman juara lomba menghias pondok Natal.
Wonda mengatakan perayaan Natal yang baru saja dilewati mengajarkan tentang kasih yang tulus, menguatkan, dan mampu menyatukan perbedaan di tengah keberagaman suku, agama, budaya di Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Yunus Wonda Sebut Warga Jayapura Bisa Berdaya Lewat Program MBG
"Kasih menjadi jembatan yang mempersatukan kita sebagai keluarga besar," ujarnya.
Memasuki tahun baru, Wonda mengajak seluruh jajaran Pemkab Jayapura bekerja dengan hati yang penuh kasih, menjunjung tinggi profesionalisme, serta menjaga persatuan dan kesatuan.
Menyambut tahun baru, seluruh lapisan masyarakat dapat mencitakan kondisi Kabupaten Jayapura aman dan damai di wilayah setempat.
Adapun visi misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura mulai berjalan sehingga memerlukan saran dan masukan dari seluruh masyarakat.
"Kami tidak akan kasih tahu di media bangun ini, bangun itu, ini bukan kami yang bangun tetapi negara yang bangun, kami hanya alat saja," ujarnya.
Lebih lanjut, kata Wonda, melalui perlombaan pondok Natal, bukan hanya merayakan iman dan kebersamaan tetapi juga menguatkan nilai-nilai toleransi beragama.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta perangkat daerah yang telah terlibat dan mendukung terselenggaranya kegiatan lomba dengan baik.
Baca juga: Lokasi Festival Danau Sentani Direnovasi, Pemkab Jayapura Harap Dukungan Masyarakat
"Kepada pemenang pondok Natal saya ucapkan selamat, hadiah diterima bukan hanya penghargaan tetapi motivasi untuk terus menumbuhkan semangat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemenang lomba merupakan hasil penilaian dewan juri. Sebanyak 456 peserta telah dinilai dengan adil dan jujur.
Adapun, panitia yang dibentuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jayapura.
"Dewan juri tidak diintervensi, artinya murni dari panitia. Kita ingin juara satu, tetapi tidak bisa semua juara satu. Dari sekian banyak peserta juara hanya satu," ujar Wonda. (*)