TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dua bulan setelah peresmian Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak, animo pembeli dilaporkan masih minim hingga sebagian pedagang memilih menutup los.
Pasar Thumburuni Fakfak di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, diresmikan pada 16 November 2025.
Pantauan TribunPapuaBarat.com Selasa (20/1/2026), para pedagang khususnya di lantai III dan IV paling merasakan minimnya pembeli.
"Sepi sekali, sudah dari Desember sepi-sepi saja," ujar pedagang bernama Randy kepada TribunPapuaBarat.com di Pasar Thumburuni Fakfak.
Bahkan, ia mengatakan sebagian pedagang malah memilih menutup sementara los karena sepi pembeli.
"Kurang tahu juga ya penyebabnya apa, pokoknya tidak seramai Pasar Thumburuni Fakfak yang dulu," katanya.
Baca juga: Kinerja Polres Fakfak 2025, Basmi Miras hingga Bongkar Jual Beli Lapak Pasar Thumburuni
Menurutnya, Pasar Rakyat Thumburuni yang lama pengaturan pedagang lebih beragam atau variatif sehingga hilir mudik pembeli juga lebih ramai.
"Kalau pasar dulu (Pasar Thumburuni) itu kan macam-macan barangnya, jadi lebih kompleks. Sekarang liat saja di lantai III dan IV lebih sunyi," ujarnya.
Bahkan, akibat minimnya pembeli, sebagian pedagang tikak mampu menyewa penjaga los harian.
Dengan retribusi Rp 500.000 per bulan, pedagang di lantai III dan IV Pasar Thumburuni hanya bisa berharap ada perubahan signifikan ke depan agar bisa meraup pendapatan lebih untuk membayar uang sewa dan pemasukan ekonomi.
"Kalau di Pasar Kelapa II dulu perputaran uang masih mendingan, walau sepi masih bisa dapat Rp 200.000 sampi Rp 1.000.000, nah kalau di sini cuma buku tutup saja, kalaupun ada itu biasa pelaris Rp 30.000," ujarnya.
Terkadang, dalam seharian membuka los berjualan di Pasar Rakyat Thumburuni, hanya dapat Rp 300.000 sampai tutup sore hari.
Para pedagang berharap, jualan mereka dapat terus laris dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga ke depannya.
"Semoga ada perhatian, amin," ucapnya.