Berobat Sambil Berwisata, Sumsel Siap Luncurkan Health Tourism, Ini 4 Layanan Utamanya
January 20, 2026 11:32 AM

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tengah mematangkan rencana peluncuran Sumsel Health Tourism atau Wisata Kesehatan dengan mengintegrasikan layanan kesehatan dan sektor pariwisata.

Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, mengatakan persiapan dilakukan melalui pertemuan lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, rumah sakit pemerintah dan swasta, pelaku pariwisata, penggiat kuliner, UMKM, hingga komunitas media sosial.

Pertemuan tersebut bertujuan menyusun langkah teknis agar Sumsel Health Tourism siap diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Sumsel kepada masyarakat.

“Saat ini kami fokus pada persiapan teknis agar program ini segera siap diluncurkan,” kata Edward di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (20/1/2026).

Edward menjelaskan, dari sisi medis, rumah sakit di Sumsel tetap mengikuti regulasi Kementerian Kesehatan.

Selain rumah sakit, unit layanan kesehatan lain seperti pusat kebugaran dan wellness center juga didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Fokus utama program ini adalah mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan sektor pariwisata, sehingga wisatawan medis tidak hanya memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga pengalaman wisata yang menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman menyebut Sumsel memiliki potensi besar dari sisi fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

“Sejumlah rumah sakit telah memiliki keunggulan pada layanan jantung, medical check-up (MCU), serta ortopedi,” ujarnya.

Keunggulan tersebut akan dikemas bersama kekayaan budaya daerah sebagai daya tarik utama wisata kesehatan.

Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana, serta pendidikan dokter spesialis, subspesialis, hingga program fellowship.

Ke depan, klasifikasi rumah sakit tidak lagi hanya berdasarkan tipe A, B, C, atau D, melainkan berdasarkan kompetensi layanan unggulan.

“Wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada layanan rumah sakit, tetapi juga layanan kebugaran seperti spa dan wellness tourism. Destinasi seperti Pagar Alam disiapkan sebagai kawasan pendukung wisata kebugaran,” kata Trisnawarman.

Pemandu Wisata jadi Kunci

Trisnawarman menambahkan, peran pemandu wisata menjadi kunci dalam menghubungkan layanan medis, kebugaran, dan destinasi wisata.

Paket wisata akan disusun dengan tarif transparan agar wisatawan mengetahui layanan yang diperoleh dalam satu sistem terpadu.

Empat layanan utama Sumsel Health Tourism:

  1. Pariwisata medis
  2. Pariwisata kebugaran
  3. Pariwisata kesehatan olahraga
  4. Pariwisata ilmiah kesehatan (wisata herbal atau jamu dan museum kesehatan)

Produk utama yang ditawarkan dalam Sumsel Health Tourism :

  1. Layanan medical check-up
  2. Wisata kuliner
  3. Wisata belanja seperti songket, layanan spa dan kebugaran, hingga rencana kerja sama layanan bayi tabung yang dikombinasikan dengan paket wisata.

Siapkan 84 Rumah Sakit

Sebelumnya, pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan 84 rumah sakit sebagai langkah awal peluncuran  program Road to Health Tourism yang direncanakan pada Januari 2026.

Program ini digagas untuk menjadikan Sumsel sebagai salah satu tujuan wisata kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan guna mematangkan konsep serta teknis pelaksanaan.

"Berbagai rapat dan penyusunan data  sudah berjalan. Sekarang sedang melengkapi datanya. Rencananya awal Januari 2026 akan dilaunching Road to Health Tourism,” kata Trisnawarman, Minggu (30/11/2025).

Ia menjelaskan, bahwa konsep wisata kesehatan tidak hanya mencakup layanan medis, tetapi juga layanan berbasis budaya lokal.

Penggabungan layanan medis dan tradisi lokal diharapkan mampu menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

"Saat ini, sebanyak 84 rumah sakit di Sumsel baik milik pemerintah maupun swasta tengah disiapkan untuk mendukung program ini. Untuk itu peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan," katanya. 

Dari sisi fasilitas, Trisnawarman memastikan peralatan medis dan sarana rumah sakit di Sumsel terus ditingkatkan secara bertahap hingga 2030.

Rumah sakit unggulan diprioritaskan untuk melengkapi kebutuhan tenaga medis dan alat kesehatan.

Sejumlah rumah sakit disebut telah menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk RSUD Siti Fatimah yang dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan utama dalam implementasi health tourism. 

"Dua rumah sakit tipe A di Palembang, yakni RSUP/RSMH Palembang dan RSUD Siti Fatimah, juga dinilai siap menjadi penopang utama program tersebut. Dua RS tersebut bisa mengakomodasi kebutuhan rujukan,” katanya.

Sementara ketersediaan dokter spesialis dinilai sudah memadai, sedangkan pemenuhan tenaga subspesialis masih terus dilakukan untuk beberapa daerah.

Program ini akan dijalankan secara bertahap sambil melengkapi fasilitas dan SDM kesehatan di seluruh Sumsel.     

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, Gen A, Gen Z, dan Milenial akan menjadi penentu arah In-donesia Emas 2045. 

"Kita punya modal luar biasa. Infrastruktur ada, SDM kesehatan siap, layanan unggu-lan di berbagai rumah sakit pun sudah tersedia. Bahkan Sumsel punya layanan yang tidak dimiliki provinsi lain," katanya.

Seperti Rumah RS Siloam Sriwijaya dengan layanan bayi tabung RS Siti Fatimah punya keunggulan jantung dan ortopedi, RS Pelabuhan ada keunggulan untuk pemecah batu ginjal, RS Hermina sudah terkenal untuk ibu dan anak, RS  Permata dengan laktasinya RS Siti Khadijah dengan layanan khusus manula serta rumah sakit lainnya. 

"Peluang besar terbuka lebar, setelah Bandara SMB II kembali melayani penerbangan internasional. Bahkan rencananya rute langsung Palembang-Singapura juga akan segera ada," katanya

Melalui Program Road to Health Tourism 2026, pemerintah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan melalui, peningkatan infrastruktur rumah sakit, profesionalitas front line hingga tenaga medis spesialis. 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.