Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Makin Anjlok, Kurang Rp45 untuk Capai Rp17.000 per Dolar AS
January 20, 2026 01:48 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Kondisi nilai tukar rupiah kian mengkhawatirkan pada perdagangan Selasa (20/1/2026).

Mata uang Garuda terus terdepresiasi sebesar 0,14 persen ke level Rp16.978 per dolar AS.

Angka itu menyisakan selisih tipis hanya Rp22 dari posisi penutupan sebelumnya, namun kian mendekati ambang psikologis Rp17.000.

Tekanan Regional dan Sikap Pasar

Pelemahan ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang Asia seperti Won Korea dan Dolar Taiwan yang turut terjungkal.

Meski ada tekanan jual pada obligasi pemerintah AS, penguatan rupiah dianggap sulit terjadi secara signifikan karena investor cenderung bersikap hati-hati.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan pasar kini tertuju pada kebijakan moneter dalam negeri.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS... Namun penguatan diperkirakan terbatas mengingat investor masih wait and see menantikan RDG BI besok. Range Rp 16.900- Rp 17.000," ungkap Lukman.

Kontras dengan Rekor IHSG

Menariknya, di tengah loyonya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru tampil perkasa dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high).

Baca juga: Rupiah Kian Terdesak ke Rp16.910 per Dolar AS, Sinyal Bahaya Level Rp17.000 Mulai Membayang

Baca juga: Agus Saputra Ungkap Guru Lain Kerap Dapat Perlakuan Buruk dari Murid, Tapi Sekolah Bungkam

Baca juga: Wali Kota Madiun Minta Didoakan Usai Kena OTT, 9 Orang Diboyong ke Jakarta, KPK Sita Ratusan Juta

IHSG dibuka pada level 9.156,189 dan terus bergerak fluktuatif di zona hijau. 

Aktivitas transaksi terpantau masif dengan nilai mencapai Rp3,43 triliun pada sesi awal, menunjukkan kepercayaan investor di pasar modal tetap tinggi meski kurs mata uang sedang tertekan.

Purbaya Bantah Rupiah Anjlok Imbas Thomas Djiwandono Masuk Bursa Bos BI

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan rupiah anjlok hingga Rp 16.955 per dollar AS pada Senin (19/1/2026) karena kabar Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Thomas Djiwandono saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sekaligus merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto. 

Namanya masuk dalam daftar calon Deputi Gubernur BI yang dikirim Prabowo ke DPR RI.

“Jadi ini mungkin sebagian (orang) spekulasi ketika Thomas akan kesana (BI), wow, orang spekulasi dia Independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu,” kata Menkeu Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.

Kapan rupiah menguat lagi?

Soal rupiah menlemah, menurut Purbaya, saat ini tinggal menunggu waktu rupiah bisa kembali menguat karena suplai dollar akan bertambah.

Ia menyinggung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat hingga posisi 9.133,87.

Kenaikan IHSG itu, kata dia, tidak mungkin hanya dipengaruhi faktor domestik.

“Pasti ada flow (aliran dana) asing masuk ke situ juga kan?” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Di sisi lain, Purbaya menyatakan pemerintah akan terus menjaga pondasi ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat.

Baca juga: Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 Pekan Depan, Dipicu Gejolak Politik AS hingga Sentimen Domestik

Baca juga: Sekjen TPUA Tegaskan Habib Rizieq Tak Pernah Ikut Campur di Kasus Ijazah Jokowi, Tapi Beri Dukungan

Pertama-tama, Purbaya bakal memastikan likuidasi sistem finansial yang cukup sebagaimana kesepakatan Kemenkeu dan BI. 

Selain itu, ia juga memastikan pemerintah akan membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan cepat  di awal tahun 2026. 

Kemenkeu juga bakal memperbaiki iklim investasi. 

“Jadi, kita akan perbaiki semuanya kita akan perbaiki sisi supply, sisi demand, ekonomi investasi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, riil sektor semuanya kita jalankan (pertumbuhan ekonomi) 6 persen enggak terlalu sulit,” kata dia.

Thomas Djiwandono masuk bursa Deputi Gubernur BI

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengkonfirmasi, salah satu sosok yang masuk bursa calon Deputi Gubernur BI adalah Thomas Djiwandono. 

"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono," kata Prasetyo di Istana, Jakarta, Senin. 

Posisi Deputi Gubernur BI tengah menjadi sorotan karena Juda Agung mengundurkan diri.

Namun, sejauh ini belum terdapat penjelasan mengenai alasan pengunduran diri Juda.

Saat ini, Istana telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) terkait kandidat calon Deputi Gubernur BI ke DPR RI untuk menjalani fit and proper test. 

"Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur,” ujar Prasetyo.

Baca juga: Ikuti Sunnah Nabi Jadi Inti Isra Miraj di PTPN IV Regional IV

Baca juga: Sosialisasi SNPMB 2026, Rektor UNJA Dorong Calon Mahasiswa Pilih Prodi Sesuai Minat dan Bakat

Baca juga: Dr Ir Suparjo Resmi Pimpin Laboratorium Terpadu UNJA, Rektor Harap Optimalkan Peran Laboratorium

Baca juga: Agus Saputra Ungkap Guru Lain Kerap Dapat Perlakuan Buruk dari Murid, Tapi Sekolah Bungkam

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/20/101058526/rupiah-dibuka-tertekan-pagi-ini-hampir-sentuh-rp-17000-per-dollar-as

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/20/064327926/purbaya-bantah-rupiah-anjlok-imbas-thomas-djiwandono-masuk-bursa-bos-bi

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/20/064327926/purbaya-bantah-rupiah-anjlok-imbas-thomas-djiwandono-masuk-bursa-bos-bi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.