Rute Baru Transjabodetabek Segera Diluncurkan: Blok M-Bandara dan Cawang-Jababeka 
January 20, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan pembukaan rute baru Transjabodetabek guna menjabat tingginya kebutuhan mobilitas warga, khususnya bagi pekerja yang beraktivitas lintas wilayah.

Dua rute yang tengah dimatangkan ialah Blok M-Bandara Soekarno-Hatta dan Cawang-Jababeka.

Pramono bilang, pembukaan rute baru ini merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Alasan Buka 2 Rute Baru

Pramono mengungkapkan, rute Blok M-Bandara menjadi salah satu prioritas karena kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Dari laporan Dinas Perhubungan, Blok M-Bandara ini kebutuhannya sekarang ini tinggi sekali,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Sedangkan, rute Cawang-Jababeka dinilai krusial untuk menunjang mobilitas pekerja kawasan industri.

“Dari Cawang ke Jababeka itu karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi ya,” ucapnya.

Tunggu Persetujuan Kementerian Perhubungan

Meski demikian, Pramono menyebut pembukaan rute baru Transjabodetabek tidak bisa serta merta dilakukan karena harus melibatkan lintas wilayah administrasi.

“Sehingga dengan demikian, saya sedang mematangkan, karena memang untuk lintas antarprovinsi ini harus mendapatkan persetujuan Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jakarta ini pun mengaku telah berkomunikasi langsung dengan jajaran pusat untuk mempercepat realisasi rute tersebut.

“Makanya tadi saya bisik-bisik kepada pak Dirjen Perkeretaapian untuk disampaikan kepada bapak Menteri Perhubungan secara resmi, supaya ini kami atasi,” tuturnya.

Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum

Pembukaan rute baru ini juga sejalan dengan target Pemprov DKI Jakarta meningkatkan pemanfaatan transportasi umum.

Karena meski konektivitas Transjakarta sudah cukup tinggi, mencapai 92 persen, namun pemanfaatannya masih tergolong rendah, bahkan kurang dari 25 persen.

“Nah, saya ingin meningkatkan ini, supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh Pemerintah Jakarta itu secara terus-menerus. Bukan kemudian masih menggunakan kendaraan pribadi,” ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.