WARTAKOTALIVE.COM - Anggota parlemen Inggris Ed Davey ajak negara-negara Eropa bersatu untuk melawan kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Seruan itu disampaikan Ed Davey dalam sebuah rapat di Britania Raya pada Senin (19/1/2026) waktu setempat.
Davey kesal dengan arogansi Presiden AS tersebut. Menurutnya, Donald Trump sudah bertindak seperti seorang gangster internasional.
“Trump bertindak seperti seorang gangster internasional,” ucap Davey.
Menurutnya, selama ini Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sudah mencoba menenangkan Donald Trump selama 12 bulan terakhir namun hasilnya sia-sia.
Sehingga kata Davey, sudah saatnya semua sekutu Eropa bersatu untuk melawan Donald Trump dan membuatnya tidak semena-mena.
“Perdana Menteri telah mencoba menenangkannya selama 12 bulan dan gagal. Sudah saatnya kita akhirnya melawannya dan bersatu dengan sekutu Eropa kita untuk membuatnya kembali down,” jelasnya.
Sir Edward Jonathan Davey FRSA MP adalah seorang politikus Inggris yang menjabat sebagai Ketua Partai Liberal Demokrat sejak 2019.
Davey sebelumnya menjabat dalam koalisi Cameron–Clegg sebagai Menteri Energi dan Perubahan Iklim dari 2012 sampai 2015.
Diketahui hubungan Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) memanas sedari awal tahun 2026 ini.
Baca juga: Ambisi Donald Trump Caplok Greenland Tak Didukung Senator AS
Hubungan yang memanas bermula dari pernyataan Donald Trump yang mau merebut Greenland dari Denmark.
Hal ini tentu melanggar perjanjian NATO lantaran sesama anggota dilarang membuat konfrontasi.
Donald Trump bahkan sesumbar mau nekat menyerang Denmark untuk merebut pulau Greenland.
Alasan Trump ialah karena Denmark tidak becus mengurus Greenland yang bisa menjadi ancaman Amerika Serikat apabila berhasil direbut Rusia dan Tiongkok.
Hal ini kemudian dikecam anggota NATO lainnya utamanya dari Eropa. Bahkan sejumlah negara seperti Belanda, Inggris, dan Norwegia mengerahkan anggota militer ke Greenland di tengah ancaman Trump.
Tidak terima dengan pengerahan militer, Donald Trump kemudian mengancam dengan kebijakan kenaikan tarif impor hingga 25 persen terhadap negara-negara Uni Eropa yang menurunkan militer di Greenland.
Negara-negara Eropa pun melawan dan mengancam akan membalas kebijakan Donald Trump dengan perang tarif yang lebih besar.