Kepala BGN Klaim Bangunan SPPG Tak Gunakan Uang Negara, Berada di Ruko Hingga Showroom Mobil
January 20, 2026 02:18 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) membeberkan data asal-usul bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah berdiri dan beroperasi di berbagai daerah. 

Ketua BGN Dadan Hindayana menegaskan, seluruh SPPG tersebut dibangun tanpa menggunakan dana negara untuk infrastruktur.

Baca juga: BGN Akui Masih Ada Pelanggaran SOP di Program MBG, Targetkan Zero Accident

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR pada Selasa (20/1/2026).

“Saya sampaikan bahwa 21.102 SPPG yang sudah berdiri dan operasional itu 100 persen dibiayai oleh mitra. Jadi, belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur Badan Gizi Nasional untuk SPPG,” kata Dadan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Baca juga: Viral Menu MBG Sepotong Ubi dan Pisang, Ini Penjelasan SPPG di Bekasi

Dadan menjelaskan, dari sisi fisik bangunan, SPPG memiliki bentuk yang sangat beragam. 

Bahkan, saat ini bangunan baru mulai mendominasi jumlah SPPG yang ada.

“Kalau kita lihat SPPG yang ada ini, bentuk bangunannya memang bervariasi. Mulai dari bangunan baru yang sekarang sudah mulai mayoritas karena sudah melebihi 5.203 yang bangun baru,” ungkapnya.

Menurut Dadan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masih banyak bangunan SPPG yang tengah dalam proses verifikasi dan sebagian besar juga merupakan bangunan baru.

“Saya kira masih banyak bangunan-bangunan yang masih dalam proses verifikasi dan itu bangunan baru,” ujarnya.

Selain bangunan baru, Dadan memaparkan bahwa ribuan SPPG berasal dari alih fungsi berbagai jenis bangunan, mulai dari tempat tinggal hingga fasilitas komersial dan olahraga.

“Yang berubah dari tempat tinggal itu ada 4.911,” katanya.

Dadan merinci, SPPG yang berasal dari rumah toko (ruko) tercatat sebanyak 2.816 unit, dari rumah kantor (rukan) sebanyak 381 unit, serta dari gudang sebanyak 1.686 unit.

“Dari rumah makan juga lumayan besar, jumlahnya 1.244,” ucap Dadan.

Selain itu, sejumlah bangunan lain seperti hotel dan kantor juga dialihfungsikan menjadi SPPG. 

Tercatat sebanyak 131 hotel dan 327 kantor yang kini dimanfaatkan sebagai SPPG.

Baca juga: Rencana MBG Selama Bulan Ramadan Disorot, Dokter asal UI Singgung Soal Pemenuhan Nutrisi Anak

“Sarana olahraga juga ada, mayoritas di sini adalah bekas lapangan futsal, jumlahnya 462,” katanya.

Selain sarana olahraga, terdapat pula 92 showroom motor dan mobil yang telah berubah fungsi menjadi SPPG. Dadan menambahkan bahwa data tersebut masih akan terus diperbarui.

“Ada juga showroom motor dan mobil yang berubah jadi SPPG sebanyak 92. Lainnya sedang kita data lebih detail,” pungkasnya.

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.