Tembus Medan Berat, Tim IAI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Timur dan Aceh Tamiang
January 20, 2026 02:20 PM

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh bersama Apoteker Tanggap Bencana PP IAI, Rumah Amal Masjid Jamik USK, serta Ikatan Alumni Kedokteran Universitas Malikussaleh menyalurkan bantuan logistik dan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Aceh Timur dan Aceh Tamiang. 

Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada 15–18 Januari 2026 di empat desa, yakni Desa Pematang Durian dan Desa Sekumur (Aceh Tamiang), serta Desa Batu Sumbang dan Desa Rantau Panjang, Simpang Jernih (Aceh Timur).

Perjalanan tim relawan tidak mudah. Untuk mencapai Desa Sekumur, mereka harus menyeberangi sungai dengan arus tinggi, sementara menuju Desa Rantau Panjang ditempuh melalui jalur sungai selama dua jam. 

Meski demikian, semangat tim tidak surut. Kedatangan mereka disambut hangat warga yang turut membantu mengangkut logistik dari perahu.

Bantuan Logistik dan Layanan Kesehatan

Bantuan yang disalurkan meliputi peralatan sekolah, sembako, makanan instan, serta pakaian layak pakai. 

Sementara itu, layanan kesehatan gratis difokuskan pada penyakit yang umum muncul pasca banjir, seperti ISPA, diare, tifoid, infeksi kulit, demam berdarah dengue (DBD), serta gangguan kesehatan akibat stres dan keterbatasan obat.

Trauma Healing untuk Anak-Anak

Selain bantuan fisik, tim yang dipimpin Apoteker Tati Rahmawati juga menggelar sesi trauma healing. 

Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, menggambar, dan mengikuti kegiatan kelompok untuk mengurangi kecemasan serta memulihkan keceriaan. 

Baca juga: FDP dan Joint Together Society Korsel Salurkan Alat Kebersihan Untuk Korban Banjir di Aceh Utara

“Bencana tidak hanya merusak rumah, tetapi juga meninggalkan luka di hati anak-anak. 

Trauma healing menjadi ruang aman bagi mereka untuk kembali tertawa dan percaya bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Tati.

Apresiasi dan Harapan

Ketua PD IAI Aceh, Apoteker Tedy Kurniawan Bakri MFarm, menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim di lapangan. 

“Meski saya tidak hadir langsung, laporan dari tim yang menembus medan berat memberikan rasa bangga dan haru. Senyum anak-anak menjadi penguat bahwa upaya kecil yang tulus dapat memberi dampak besar,” katanya.

Baca juga: Besok Jalan Peunaron - Rantau Peureulak akan Ditutup untuk Perbaikan, Berikut Jadwal Penutupan

Koordinator lapangan, Apoteker Annas, menambahkan bahwa pemulihan jiwa sama pentingnya dengan pemulihan fisik. 

“Anak-anak yang awalnya murung perlahan mulai bermain dan tertawa. Itu bukti bahwa trauma healing sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Rantau Panjang, Said Ridwan, mewakili warga menyampaikan terima kasih mendalam. 

“Bantuan ini sangat tepat sasaran. Kehadiran tim yang rela menempuh perjalanan dua jam lewat sungai benar-benar mengobati kesedihan kami. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.

Baca juga: Kisah Ibu Muda Korban Banjir di Bireuen Pasrah Menempati Gubuk Darurat

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.