Mudahkan Pelayanan, Samsat Ngada Turun hingga Desa 
January 20, 2026 07:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Samsat Ngada terus berupaya meningkatkan pemasukan pajak kendaraan bermotor dengan mendatangi langsung penunggak pajak di Desa dan Kelurahan.

Kepala UPTD Samsat Ngada Anny Belang mengatakan, upaya ini untuk meringankan beban wajib pajak baik waktu dan ongkos ke Kantor Samsat.

Ia mengatakan, pada Minggu pertama Januari 2026, ada delapan titik yang dikunjungi dengan hasil yang cukup baik dengan penerimaan tunggakan pajak berjumlah 35 juta rupiah.

“Kami dari Samsat Ngada telah melakukan berbagai upaya melakukan pelayanan langsung ke desa-desa dan pada awal bulan ini kami melakukan delapan titik di beberapa desa dengan memperoleh penerimaan 35 juta,” ungkap Anny Belang, kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa (20/01/2026).

 

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Ngada: Sejumlah Rumah Rusak dan Akses Jalan Terhambat Pohon Tumbang

 

 

Selian mendatangi langsung wajib pajak berkolaborasi dengan pemerintah desa, pihaknya juga melakukan Samsat Keliling (Samling) di beberapa titik keramaian seperti pasar harian atau mingguan di Kecamatan Aimere, Jerebu’u, Golewa dan Soa.

“Kita juga sudah melakukan Samling di Kecamatan Aimere, Jerebu’u dan Mataloko dan Soa Setiap hari pasar di hari Senin, untuk minggu ke tiga dan empat di bulan Januari ini kita buka 10 titik,” ujar Anny.

Dengan pelayanan langsung ke masyarakat, Anny berharap, masyarakat yang mengalami kesibukan tidak perlu datang lagi di Kantor Samsat. Proses pelunasan pajak bisa langsung mendatangi petugas yang turun ke lapangan.

“Masyarakat Ngada tidak perlu datang ke kantor Samsat karena ini sangat membantu Wajib pajak yang mungkin lupa membayar karena kesibukan. Kita mendatangi langsung desa menjemput bola dan ini mempermudah pelayanan pajak kendaraan bermotor,” tambahnya.

Ia berharap dengan turun langsung ke desa ini menggugah kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor baik tahun berjalan maupun yang menunggak.

“Kami temukan di lapangan, ada yang lupa, mereka pikir dealer yang bayar. Ini kurangnya pemahaman dari masyarakat sehingga kita jelaskan itu sehingga wajib pajak tau dan paham,” pungkas Anny.

Ia mengapresiasi respon masyarakat dengan proaktif dari Pemerintah Desa untuk memperlancar proses pelunasan pajak kendaraan di tingkat desa.

“Respon masyarakat sangat luar biasa karena aparat desa panggil nama satu-satu  dan desa juga membantu mendatangi langsung wajib pajak,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.