TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Pemadaman listrik yang terjadi selama sepuluh hari terakhir di wilayah Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Seluruh aktivitas ekonomi warga hingga pelayanan publik dilaporkan lumpuh total.
Kepala Desa Maubasaa Barat, Amir Abday, mengatakan hingga Selasa (20/1/2026), aliran listrik di wilayah Kecamatan Ndori belum juga pulih. Pemadaman berkepanjangan ini disebut sebagai kejadian pertama yang terparah yang pernah dialami warga setempat.
“Sudah 10 hari ini, terhitung sejak tanggal 12 Januari sampai hari ini, listrik masih padam. Ini pertama kali terjadi di Ndori, listrik padam selama ini,” kata Amir saat dikonfirmasi TribunFlores.com, Selasa (20/1/2026) siang.
Baca juga: Status Waspada, Warga Ende Dilarang Mendekati Lubang Tembusan Gas Gunung Iya
Amir mengaku saat memberikan keterangan tersebut dirinya sedang berada di Kecamatan Wolowaru.
Hal itu terpaksa ia lakukan karena jaringan komunikasi di Kecamatan Ndori ikut lumpuh akibat pemadaman listrik.
Sebelumnya, lanjut Amir, pihak PLN sempat menjanjikan bahwa perbaikan jaringan listrik di wilayah Ndori akan selesai pada Minggu malam (18/1/2026), dan listrik akan kembali menyala pada malam itu juga.
Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
“Tiga hari lalu mereka sampaikan secara resmi kepada pemerintah bahwa kemungkinan besar listrik akan kembali normal pada malam Senin. Tapi sampai dengan detik ini juga belum menyala,” ujarnya.
Akibat pemadaman listrik yang berlangsung lama, aktivitas pelayanan publik di Kecamatan Ndori tidak dapat berjalan.
Selain itu, jaringan komunikasi seluler dan akses internet juga dilaporkan mati total selama sepuluh hari terakhir.
“Jangankan pelayanan publik, jaringan komunikasi juga lumpuh total. Listrik padam 10 hari, jaringan Telkomsel juga lumpuh total selama 10 hari, internet juga mati total. Saya di Wolowaru baru bisa menelepon,” ungkapnya.
Amir menjelaskan, sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat Ndori sangat bergantung pada pasokan listrik dari PLN.
Dengan kondisi listrik padam, roda perekonomian warga praktis berhenti.
“Semua pemborong, nelayan sangat tergantung pada listrik. Pabrik es, kalau satu hari saja listrik mati sudah tidak bisa beroperasi, apalagi ini 10 hari. Kios-kios warga juga terdampak. Semua aktivitas ekonomi lumpuh,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Amir Abday meminta pihak PLN ULP Ende memberikan penjelasan resmi kepada pemerintah dan masyarakat terkait penyebab pemadaman listrik yang berkepanjangan serta kepastian kapan listrik kembali normal di wilayah Kecamatan Ndori.
Saat ini, wartawan TribunFlores.com masih berupaya meminta penjelasan dari pihak PLN ULP Ende terkait pemadaman listrik di wilayah Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende. (Bet)