TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Keluarga besar SMP Fransiskus Ruteng diliputi duka mendalam atas meninggalnya salah satu siswa mereka, Armendo W. Jeferson. Armendo ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Tiwu Pai, Desa Toe, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Ungkapan duka itu tampak dalam sebuah video yang beredar di media sosial Facebook, diunggah akun @Saverinus Jason.
Dalam rekaman tersebut, para guru dan siswa SMP Fransiskus Ruteng terlihat melayat ke rumah duka tempat jenazah Armendo disemayamkan. Mereka datang membawa karangan bunga, dengan raut wajah penuh kesedihan atas kepergian rekan dan murid tercinta.
Armendo akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Senin (19/1/2026) sore. Berdasarkan informasi yang dihimpun TRIBUNFLORES.COM, jasad korban ditemukan warga setempat yang sedang mencari kayu bakar di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Tiwu Pai. Korban diduga terseret arus banjir hingga terbawa jauh dari lokasi awal tenggelam.
Baca juga: Pesona Air Terjun Tiwu Pai: Destinasi Wisata Viral di Reok Barat Manggarai yang Memikat Wisatawan
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah melalui Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, membenarkan penemuan tersebut.
“Betul, sesuai laporan dari anggota bahwa korban telah ditemukan,” ujar Joko saat dikonfirmasi, Senin sore. Ia menambahkan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kronologi lengkap penemuan akan disampaikan kemudian.
Diketahui, Armendo W. Jeferson merupakan pelajar kelas II SMP di Kota Ruteng. Ia adalah warga Orong Lembor, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Korban dilaporkan tenggelam di Sungai Tiwu Pai pada Minggu (11/1/2026) siang saat berada di wilayah Desa Toe, Kecamatan Reok Barat.
Pencarian Sempat Ditutup
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa operasi pencarian korban sempat ditutup setelah dilakukan selama tujuh hari tanpa hasil.
“Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Operasi SAR hari ke-1 hingga hari ke-7 dengan hasil nihil, maka berdasarkan evaluasi Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban, disepakati operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan dilanjutkan dengan pemantauan,” jelas Fathur, Minggu (18/1/2026).
Ia menegaskan, operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Seluruh unsur SAR yang terlibat saat itu dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih.
Kepergian Armendo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sekolah, serta seluruh civitas akademika SMP Fransiskus Ruteng.