Jasad Korban Pesawat ATR 42-500 Digantung di Pohon Oleh Tim SAR, Kenapa?
January 20, 2026 08:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Jasad korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan digantung di pohon usai berhasil ditemukan Tim SAR gabungan. 

Hingga Selasa (20/1/2026) tepatnya hari keempat pencarian korban, kini sudah dua jasad ditemukan tim SAR gabungan. 

Jasad tersebut belum bisa dievakuasi turun dari Gunung Bulusaraung lantaran kondisi cuaca yang buruk. 

Selain itu, akses ke lokasi kecelakaan juga sulit sehingga rencananya mau dibawa menggunakan helikopter. 

Namun demikian, hingga kini cuaca di sekitar lokasi kecelakaan masih buruk sehingga sulit membawa jasad yang masih utuh tersebut. 

Alhasil, Tim SAR gabungan menjaga kedua jasad hingga bermalam di Gunung Bulusaraung. Sementara jasad yang sudah dimasukan ke kantong mayat digantung ke pohon di lokasi tersebut.

Tim SAR Gabungan mengungkap alasan mengapa korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 harus dipacking dan digantung di pohon sebelum proses evakuasi dilakukan. 

Langkah tersebut diambil untuk menghindari gangguan hewan liar yang banyak ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Anggota BPBD Makassar, Ade Irfan (37), mengatakan korban kedua ditemukan pada hari sebelumnya di jalur lintasan evakuasi. 

Baca juga: DPR RI Sorot Pesawat ATR 42-500 yang Keluar Rute Sebelum Kecelakaan

Kondisi medan yang ekstrem serta keberadaan hewan liar membuat tim harus mengambil tindakan khusus guna mengamankan jasad korban.

“Kita kemarin temukan korban kedua,” katanya saat ditemui di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1/2026) seperti dimuat TribunTimur.

Menurutnya, proses packing dilakukan terlebih dahulu agar tubuh korban tidak diamankan atau diganggu oleh hewan liar yang berada di kawasan tersebut.

“Sengaja kita packing packing duluan, itu untuk menghindari agar tidak dimakan sama hewan liar di sana, karena banyak hewan liar,” ungkapnya.

Setelah dipacking, korban kemudian ditempatkan di area lintasan evakuasi dan digantung di pohon agar mudah dijangkau oleh tim lanjutan.

“Korban kedua kita garung di area lintasan untuk evakuasi dan digantung di pohon, jadi di jalur lintasan,” ujarnya.

Selain faktor keamanan dari hewan liar, packing juga bertujuan menjaga kondisi jasad korban agar tidak semakin rusak.

Saat ini baru dua korban yang ditemukan dalam kecelakaan tragis Pesawat ATR 42-500. 

Dua korban ditemukan tewas di dekat titik jatuhnya pesawat.

Tim SAR gabungan menemukan jenazah kedua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Namun, jenazah belum dapat dievakuasi karena tim SAR masih menunggu kondisi cuaca membaik untuk melanjutkan proses evakuasi.

Sementara itu dalam data manifest ada 10 penumpang di pesawat tersebut di mana tujuh di antaranya adalah kru pesawat dan tiga orang merupakan penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

 

(Wartakotalive.com/DES/TribunTimur)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.