Rangkaian Fenomena Gerhana Matahari Cincin Pada Februari 2026, 3 Kali Lebih Dekat dengan Bumi
January 20, 2026 09:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Fenomena astronomi kembali menarik perhatian dunia dalam beberapa waktu ke depan. 

Masyarakat Bumi diperkirakan akan menyaksikan salah satu peristiwa langit yang tergolong langka, yakni gerhana matahari cincin, yang dijadwalkan terjadi pada Februari 2026. 

Peristiwa ini menjadi salah satu agenda penting dalam kalender astronomi global.

Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam yang terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi. 

Namun, pada kondisi ini Bulan sedang berada di titik terjauhnya atau mendekati jarak terjauh dari Bumi. 

Akibatnya, ukuran Bulan tampak lebih kecil dibandingkan Matahari dan tidak mampu menutupi seluruh permukaan Matahari.

Menurut penjelasan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), posisi Bulan yang lebih jauh membuat cahaya Matahari masih terlihat di bagian tepinya. 

Inilah yang menyebabkan Matahari tampak seperti cincin bercahaya dengan bagian tengah yang lebih gelap. 

• Kandungan Gizi dan Asal-Usul Ubi Cilembu Madu yang Nikmat, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena tersebut kemudian dikenal sebagai gerhana matahari cincin atau annular solar eclipse.

Karena Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari, gerhana ini menampilkan lingkaran gelap yang ukurannya lebih kecil dibandingkan lingkaran Matahari, sehingga menciptakan efek visual menyerupai cincin api di langit.

Lantas, kapan tepatnya fenomena gerhana matahari cincin ini akan terjadi dan dapat disaksikan?

Gerhana Matahari Cincin 2026

Berdasarkan hasil penelitian astronomi, tahun 2026 disebut sebagai awal dari periode istimewa bagi pengamat langit. 

Pasalnya, Bumi akan mengalami rangkaian fenomena gerhana matahari yang cukup intens dalam beberapa tahun ke depan.

Tercatat, sejak 2026 hingga 2028, Bumi akan menyaksikan total tiga peristiwa gerhana matahari, baik berupa gerhana matahari cincin maupun gerhana matahari total. 

Kondisi ini membuat periode tersebut kerap disebut sebagai era keemasan gerhana matahari.

Gerhana matahari cincin terdekat diperkirakan akan terjadi pada 17 Februari 2026. Sayangnya, fenomena ini hanya dapat diamati dari wilayah yang sangat terbatas, yakni kawasan terpencil di Antarktika, sehingga tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia maupun wilayah berpenduduk lainnya.

Beberapa bulan setelah peristiwa tersebut, fenomena langit berikutnya akan menyusul, yaitu gerhana matahari total yang diprediksi terjadi pada 12 Agustus 2026. Gerhana ini memiliki jalur pengamatan yang jauh lebih luas.

Gerhana matahari total pada Agustus 2026 nantinya dapat disaksikan dari berbagai wilayah di dunia, termasuk Eropa, sebagian Asia, sebagian Afrika, Amerika Utara, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, hingga kawasan Arktik.

Para ahli mencatat bahwa mulai tahun 2026 hingga 2028, setiap tahunnya Bumi akan mengalami gerhana matahari ganda, yakni kombinasi antara gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total. Fenomena ini menjadikan periode tersebut sangat dinantikan oleh para astronom dan pecinta langit di seluruh dunia.

Berikut ini rincian jadwal perkiraan fenomena rangkaian gerhana matahari ganda tahun 2026-2028. 

- Gerhana matahari cincin

Februari 2026
Februari 2027
Januari 2028

- Gerhana matahari total

Agustus 2026
Agustus 2027
Juli 2028

• Daftar Wilayah Perairan Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter Peringatan Dini BMKG Besok 21 Januari 2026

Kapan Gerhana Bulan Terdekat? 

Tidak bisa melihat gerhana matahari? Tenang saja, masih ada fenomena gerhana bulan yang bisa kita nantikan. 

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara matahari dan bulan, sehingga bayangannya menutupi permukaan bulan. 

Faktanya, gerhana matahari selalu terjadi sekitar dua minggu sebelum atau setelah gerhana bulan. 

Menurut penelitian astronom, gerhana bulan total terdekat akan terjadi pada tanggal 2-3 Maret 2026. 

Gerhana ini dapat dilihat dari Eropa Timur, Asia, Australia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, Arktik, dan Antarktika. 

Durasi gerhana bulan total diperkirakan berlangsung selama 58 menit, dengan total durasi sekitar 5 jam, 39 menit. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.