Ovata Indonesia dan PT AR Lepaskan Anak Penyu di Pantai Muara Upu Tapsel
January 20, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM, MUARA UPU- Sebanyak 45 anak penyu jenis lekang dilepaskan ke Pantai Barat di Muara Upu, Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Selasa (20/1/2026).

Ada lima jenis penyu yang bertelur di Pantai Muara Upu, masing-masing lekang, sisik, hijau, tempayan dan jenis paling langka di dunia penyu belimbing.

Biasanya, penyu akan bertelur pada saat berumur 15 tahun dan bisa bertahan hidup di lautan hingga puluhan tahun.

Pelepasan tukik atau anak penyu dilakukan oleh Lembaga Ovata Indonesia (LOI) saat serah terima pembangunan fasilitas konservasi penyu dari PT Agiuncourt Resources (AR).

Ketua LOI Erwinsyah Siregar menjelaskan, keberadaan penyu di Pantai Barat Sumatera salah satu indikator kelestarian lauta. Ada sebanyak kelima jenis penyu dilindungi di desa ini.

"Desa Muara Upu merupakan tempat spesifik penyu bertelur karena kelandaian pantainya sekitar 15 sampai 20 derajat. Pasirnya juga putih dan halus yang sangat cocok untuk berkembangnya penyu," kata Erwinsyah Siregar.

Awal Mula Keberadaan Penyu di Muara Upu

Program konservasi penyu di Muara dimulai pada 2014. Ia bersama teman bernama Irwansyah Harahap kala itu  memulai penelitian keberadaan penyu. 

Keduanya merasa tertarik karena belum pernah mendengar ada keberadaan penyu di Muara Upu.

"Dulu kami tahunya penyu ada di Raja Ampat. Pada tahun berikutnya kami melakukan kerja sama dengan konservasi internasional dengan menerjunkan tim melakukan penelitian penyu di Muara Upu," ungkapnya.

Dari hasil penelitian, LOI menemukan penyu jenis belimbing yang merupakan penyu langka di dunia.

Dari sini, mereka memutuskan untuk membangun penangkaran sederhana karena belum ada fasilitas dan dana yang memadai pada 2017 lalu. 

Atas kondisi yang demikian, LOI tidak tinggal diam dan tetap melakukan penelitian penyu di Muara Upu.

Salah satunya mengajak para komunitas pecinta alam dengan bersama-sama melakukan kamping di akhir tahun dengan tujuan untuk melakukan pelepasan penyu setiap akhir tahun.

Hingga belakangan ini, LOI berkolaborasi dengan PT AR, yang kata Erwinsyah Siregar sangat konsinsten di bidang lingkungan dengan memberi bantuan untuk meningkatkan perlindungan penyu di Muara Upu.

"Salah satunya membangun fasilitas penangkaran penyu beserta kantor hingga prasarana lainnya," jelasnya.

Penangkaran Penyu

Erwinsyah Siregar mengatakan, penangkaran penyu perlu dilakukan karena tujuannya untuk meningkatkan populasi keberadaann anak penyu atau tukik.

Di penangkaran ini sudah dibangun kolam berisi air hingga pasir untuk telur penyu sebelum menetas.

"Kalau penangkaran secara alami sangat banyak tantangannya, terutama predator.  Begitu juga saat dilepas ke laut rawan dimangsa ikan hiu dan pari," ungkapnya.

Dari hasil penelitian, penyu memiliki kebiasaan akan kembali ke habitat aslinya setelah dilepaskan ke lautan, namun semua itu tergantung terjaganya kelestarian vegetasi pantai di Muara Upu.

"Setelah dewasanya penyu akan kembali ke tempat saat dilepaskannya ketika masih kecil. Mudah-mudahan pantai ini masih terjaga kelestariannya dan kalau bisa sampai selamanya," pungkasnya.

Sebagian Penyu Didapat Masyarakat

Manajer Relasi Komunitas PT AR, Masdar Muda Hasibuan mengatakan, pemberian bantuan berupa kantor dan penangkaran penyu untuk LOI senilai Rp 439 juta. 

Selain itu, ia juga mendapat informasi bahwa sebagian penyu didapat oleh masyarakat. Oleh sebab itu, ia menyarakan agar LOA juga melakukan sosialiasi kepada masyarakat perihal temuan telur penyu.

"Ada sebagian yang ditemukan masyarakat. Makanya diperlukan komunikasi dua arah yang bagus demi kelestarian populasi penyu di Muara Upu ini," katanya.

Superintendent Enviromental Site Support PT AR Syaiful Anwar menjelaskan, pihaknya tidak berhenti dalam konteks pembangunan penangkaran penyu, tapi kunci keberhasilannya adalah bagaimana cara merawatnya demi kelestarian penyu di Muara Upu.

"Sehingga pembangunan penangkaran penyu ini menjadi salah satu wujud kerja nyata dengan kolaborasi dengan LOI dan masyarakat di Muara Upu menjadi melalui konservasi penyu," ujarnya.

(ase/ Tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.