Wakil Ketua BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo Tanggapi Peringatan SBY soal Ancaman Perang Dunia Ketiga
January 20, 2026 11:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Bramantyo Suwondo, menyatakan sejalan dan sepakat dengan pandangan yang disampaikan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengenai meningkatnya eskalasi geopolitik global yang berpotensi mengarah pada konflik berskala dunia atau Perang Dunia Ketiga.

"Pandangan Presiden ke-6 ini mencerminkan kepemimpinan negarawan yang berpijak pada pengalaman panjang dalam diplomasi internasional," ungkap Bramantyo dalam keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).

Analisis yang membandingkan situasi global saat ini dengan kondisi menjelang Perang Dunia I dan II merupakan pengingat penting bahwa ketegangan global yang tidak dikelola secara hati-hati dapat berujung pada konflik besar.

Sejarah menunjukkan bahwa perang dunia tidak pernah terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian eskalasi yang diabaikan oleh komunitas internasional.

Pesan ini tidak hanya sebuah kekhawatiran, tetapi juga seruan untuk bertindak secara proaktif. Sebagai negara yang mengedepankan kebijakan luar negeri bebas aktif, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia.

Untuk itu, pemerintah Indonesia perlu segera memperkuat inisiatif multilateral untuk memperkuat peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mencegah konflik besar.

Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

Pertama, meningkatkan Diplomasi di PBB: Indonesia dapat mendorong reformasi di Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB, dengan fokus pada transparansi hak veto dan peningkatan suara negara-negara berkembang, agar respons terhadap ancaman global dapat lebih cepat dan efektif.

Kedua, meningkatkan Kontribusi dalam Pemeliharaan Perdamaian PBB: Indonesia dapat memperkuat kontribusinya dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB, serta mengusulkan resolusi yang berfokus pada pengurangan ketegangan di kawasan-kawasan rawan konflik, seperti Indo-Pasifik dan Timur Tengah.

Ketiga, Memanfaatkan Forum Multilateral: BKSAP DPR RI akan memanfaatkan platform seperti Inter Parliamentary Union (IPU), Parliamentary Union of the OIC Members States (PUIC), dan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) untuk memfasilitasi dialog antar negara, membangun kepercayaan, serta menyusun inisiatif untuk pengendalian senjata dan memperkuat kerjasama internasional dalam rangka menjaga perdamaian global.

Menurut Bramantyo, dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat menciptakan peluang untuk perdamaian yang lebih besar, mengubah ancaman yang ada menjadi kerja sama internasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana disarankan oleh SBY.

"Indonesia, sebagai negara besar dan berpengaruh, dapat memainkan peran utama dalam memastikan stabilitas global," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.