Renungan Pria Kaum Bapa Kristen, 1 Yohanes 2:7-17, Mengasihi Saudara Wujud Hidup di dalam Terang
January 21, 2026 12:22 AM

 

Renungan Pria Kaum Bapa Kristen, 1 Yohanes 2:7-17, Mengasihi Saudara Adalah Wujud Hidup di dalam Terang

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelita, renungan Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM dalam sepekan mulai 25 - 31 Januari 2026.

Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 2:7-17.

Tema perenungan adalah Mengasihi Saudara Adalah Wujud Hidup di dalam Terang.

Khotbah:

Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan,

Surat 1 Yohanes adalah surat pastoral untuk mengingatkan jemaat agar tetap setia pada iman yang benar, hidup dalam kasih, dan tidak terombang-ambing oleh dunia atau ajaran palsu.

Kasih Allah menjadi pusat dan dasar dari seluruh pengajaran Yohanes. Kitab ini kemungkinan ditulis di Efesus, tempat rasul Yohanes melayani sebelum ia meninggal, sekitar tahun 90-100 Masehi.

Jemaat tengah menghadapi aliran dan ajaran sesat yang sedang berkembang pada masa itu.

Pertama Gnostisisme yang mengajarkan bahwa tubuh itu jahat, dan hanya roh yang baik.

Aliran ini menolak bahwa Yesus sungguh-sungguh manusia.

Yohanes melawan ajaran ini melalui tulisannya: "Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah- (1 Yoh. 4:2).

Aliran lainnya adalah Doketisme yang mengajarkan bahwa Yesus hanya kelihatan seperti manusia. tetapi sebenarnya bukan manusia sesungguhnya.

Yohanes mengemukakan bahwa ia sendiri melihat, mendengar, dan menjamah Yesus (1 Yoh. 1:1- 3). Hal ini untuk menegaskan kemanusiaan Kristus yang nyata. 

Kemudian aliran Antinomianisme yang beranggapan bahwa orang -rohani- bebas melakukan apa saja, termasuk dosa. 

Yohanes dengan tegas menolak pandangan ini: -Barangsiapa tetap berbuat dosa, ia berasal dari Iblis- (1 Yoh. 3:8)

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,

Yohanes menyebut "perintah lama" karena perintah untuk mengasihi sesama sudah ada sejak umat Israel (Imamat 
 19:18) dan diajarkan oleh Yesus (Yoh. 13:34).

Dikatakan "baru" karena kasih ini tergenapi dalam diri Yesus Kristus.

la rela berkorban sampai mati di kayu salib. Ini adalah wujud tindakan kasih yang sejati, kasih yang sempurna.

Sehingga kasih yang baru adalah kasih dalam terang Kristus. Suatu ujian iman bagi kita adalah bagaimana menyatakan kasih kepada sesama.

Jika kita membenci sesama berarti kita masih hidup dalam kegelapan, artinya kita belum mengalami pembaruan oleh Kristus.

Hidup dalam terang berarti hidup dengan hati yang bersih dari rasa benci, dendam dan kepahitan.

Ayat 11 menyebut bahwa orang yang membenci saudaranya sebagai orang yang "berialan dalam kegelapan dan tidak tahu ke mana ia pergi."

Ini menggambarkan kebutaan rohani akibat dosa. Yohanes menyapa jemaat dengan tiga kelompok yang melambangkan tingkatan kedewasaan rohani, bukan usia fisik. 

Kelompok pertama, anak-anak. Mereka adalah orang-orang yang baru percaya; Mereka diingatkan bahwa dosa mereka telah diampuni oleh Kristus.

Kemudian kelompok bapa-bapa. Mereka adalah orang-orang yang matang dalam iman, yang "telah mengenal Dia yang ada dari mulanya." Ketiga, kelompok orang-orang muda.

Mereka adalah orang-orang yang kuat dalam iman dan -telah mengalahkan yang jahat."

Ini menunjukkan perjalanan iman Kristen yang bertumbuh dari penyesalan pengenalan dan kemenangan. 

Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,

Sebagai gereja masa kini, kita pun diminta untuk tidak mengasihi dunia dan apa yang di dalamnya.

Yohanes di sini bukan untuk melarang kita mencintai ciptaan Allah. Dunia yang dimaksudkan Yohanes ialah tatanan dan gaya hidup yang melawan kehendak Allah. 

"Dunia" (kosmos) di sini berarti tatanan hidup yang berpusat pada keinginan diri sendiri, bukan pada Allah.

Yohanes menjelaskan tiga bentuk godaan dunia: keinginan daging yaitu hawa nafsu jasmani dan kesenangan 
 duniawi.

Kemudian keinginan mata, yaitu keinginan untuk memiliki segala sesuatu yang dilihat, dan ketiga keangkuhan hidup yaitu kesombongan atas status, kekayaan, atau kekuasaan.

Semua ini "bukan berasal dari Bapa," artinya bertentangan dengan karakter dan tujuan Allah.

Sebab itu pada akhirnya di ayat 17 ditutup dengan peringatan: "Dunia ini sedang lenyap karena keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." 

Kasih adalah tanda hidup dalam terang Kristus. Sebab itu hendaknya kita saling mengasihi dengan tulus.

Kalau kita tidak mengasihi sesama atau membenci sesama sekalipun mereka yang bersalah kepada kita dan memusuhi kita maka tidak mungkin kita memiliki kasih Allah.

Kalau kita mengasihi Allah berarti kita harus menolak segala hal di dunia ini yang bertentangan dengan kehendak Allah. Amin. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.