Pemulihan Sumatera Tak Bisa Parsial, Humanitarian Update Dorong Pendekatan Menyeluruh Pascabencana
Wahyu Aji/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Kemanusiaan global, Human Initiative (HI) menyelenggarakan Humanitarian Update bertajuk 'Menuju Pemulihan Sumatera, Bagaimana Desainnya?', Selasa (20/1/2026).
Forum yang digelar secara daring ini menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas arah pemulihan pascabencana di Sumatera, khususnya wilayah terdampak banjir dan longsor.
Melalui forum ini, Human Initiative mendorong pemulihan yang tidak berhenti pada respons darurat.
Baca juga: BREAKING NEWS: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pasca-Banjir dan Longsor Sumatera
Diskusi difokuskan pada perluasan dampak bantuan agar menjangkau lebih banyak aspek kehidupan masyarakat.
Pendekatan kajian sektoral membantu melihat dampak bencana secara lebih menyeluruh, mulai dari kebutuhan dasar, layanan publik, hingga perencanaan wilayah yang lebih siap menghadapi risiko ke depan.
Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan masih berada pada fase krusial.
Menurutnya, kesinambungan upaya menjadi kunci agar transisi menuju pemulihan berjalan lebih kuat.
“Kami menyadari bahwa kondisi saat ini belum sepenuhnya pulih. Karena itu, kolaborasi dan kerja sama perlu terus diperkuat agar upaya pada fase respons darurat dapat dilanjutkan dengan lebih solid dan kompak. Fase transisi menuju pemulihan merupakan titik kritis yang membutuhkan perhatian bersama serta sumber daya yang tidak sedikit,” ujar Tomy.
Sebagai keynote speech, Ir. Muhammad Zein, Kepala Bappeda Aceh Tamiang, menjelaskan langkah pemerintah daerah dalam menangani pascabencana.
Dirinya menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan arah pemulihan secara bertahap.
“Pemerintah daerah menyusun penanganan pascabencana melalui tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga desain ulang wilayah agar lebih tangguh dan mampu pulih lebih cepat,” ujar Zein.
Sementara dalam sesi diskusi panel menghadirkan Romi Ardiansyah (Ketua Umum HFI), Wildhan Dewayana (Ketua Umum FOZ), Mindaraga Rahardja (Koordinator Nasional IHCP), serta Mustajab (Sekretaris IJTI Aceh).
Para narasumber membahas kajian sektoral, peran filantropi, dan strategi komunikasi publik dalam fase pemulihan.
Melalui forum ini, Human Initiative menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik.
Pemulihan juga menuntut perencanaan ulang kehidupan masyarakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak.
Korban jiwa: BNPB melaporkan total korban meninggal di Sumatra mencapai 1.177 orang, dengan 543 orang berasal dari Aceh.
Korban hilang: Sekitar 148 orang masih belum ditemukan, sebagian besar di Sumatra Barat, namun Aceh juga terdampak.
Pengungsi: Aceh mencatat jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 217.780 jiwa, terutama di Aceh Tamiang (74.735 jiwa), Aceh Utara (67.876 jiwa), dan Gayo Lues (19.906 jiwa).
Kerusakan rumah: Lebih dari 178.000 rumah rusak di tiga provinsi, termasuk Aceh.
Wilayah terisolasi: Puluhan ribu warga Aceh masih terisolasi akibat akses jalan dan jembatan rusak, sehingga logistik sulit masuk.
Pemerintah daerah dan pusat bekerja sama membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan logistik.
BNPB dan TNI/Polri melakukan evakuasi, pencarian korban hilang, serta pemakaman massal bagi jenazah yang tidak teridentifikasi.
Hunian sementara sedang dipersiapkan untuk pengungsi yang kehilangan rumah.