Perjalanan Dinas Terakhir Dwi Murdiono Korban Pesawat ATR, Sempat Chat Istri Beri Tahu Posisinya
January 21, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kabar duka datang dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada Sabtu (17/1/2026).

Salah satu korban dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Dwi Murdiono, pria yang berdomisili di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Istri Dwi, Sinta Jayanti, mengenang momen terakhir komunikasi dengan sang suami sebelum insiden nahas itu terjadi.

Ia mengungkapkan, beberapa jam sebelum pesawat jatuh, Dwi masih sempat mengirimkan pesan singkat kepadanya.

Baca juga: Buku Diary di Tas Esther Pramugari Pesawat ATR Ditemukan, jadi Petunjuk Penting, Ada Dompet & Tablet

Dalam penerbangan tersebut, Dwi tercatat sebagai salah satu penumpang yang tengah menjalankan tugas.

Ia bekerja sebagai engineer di PT Indonesia Air Transport dan ikut terbang bersama sejumlah kru serta tiga pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sebelum berangkat, Dwi sempat berbincang dengan Sinta mengenai perjalanan dinas yang akan dijalaninya.

Ia bercerita harus menempuh rute cukup panjang, dimulai dari Bogor, kemudian transit ke Semarang dan Yogyakarta.

Sinta juga membenarkan bahwa suaminya telah menyampaikan rencana penerbangan menuju Makassar pada Sabtu pagi.

Perjalanan tersebut dilakukan untuk keperluan patroli sesuai dengan tugas yang diemban Dwi saat itu.

"Suami saya berangkatnya dinas biasa buat patroli di kelautan gitu. Dia tapi berangkatnya dari Semarang, tapi ke Semarang berhenti dulu sampai jam 5 an, terus berangkat lagi ke Jogja. Terus nginep di Jogja, paginya jam 8 disuruh berangkat lagi, berangkat ke Makassar buat patroli," ungkap Sinta Jayanti dilansir TribunnewsBogor.com dari video TikTok offcial.rekam24, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya itu, Dwi juga mengurai rencana timnya untuk kembali ke Jakarta setelah tiba di Makassar.

"Kalau pesawat aman, nginep dulu di Makassar, terus balik ke Jogja, terus balik ke Jakarta," pungkas Sinta.

Lebih lanjut, Sinta mengungkap isi chat dari suaminya sebelum terbang.

Tak disangka chat tersebut adalah pamitan terakhir Dwi kepada sang istri.

Karena setelahnya, Dwi tak lagi membalas pesan Sinta.

"Hari Sabtu jam 8 pas mau berangkat, Dia mau berangkat bilang 'mi, abi nanti jam 8 kalau enggak diundur berangkat ya'," kata Sinta.

"Saya balasin 'iya bismillah ya, hati-hati', saya gituin. Udah gitu udah, habis itu enggak (dibalas)," sambungnya.

Setelah mendoakan sang suami, Sinta sempat heran.

Sebab Dwi tidak mengabarinya sampai siang hari.

Padahal sebelumnya Sinta sudah berpesan agar suaminya itu memberikan kabar jika tiba di hotel.

"Biasanya kalau udah sampai (Dwi chat) 'abi udah nyampe ya, udah di hotel ya'. Sebelum (suami) berangkat saya bilang 'jangan lupa ngabarin ya', biasanya kan dia ngabarin," imbuh Sinta.

Hingga akhirnya pukul 14.00 Wib, Sinta dihubungi oleh perusahaan tempat suaminya bekerja.

Bahwa pesawat yang ditumpangi Dwi hilang kontak.

Dari sanalah Sinta pilu lantaran mengingat nasib suaminya yang masih belum diketahui.

Terlebih Dwi tak bisa mewujudkan permintaan istrinya, yakni untuk memberikan kabar.

"Jam 12 saya ditelepon, karena nomor saya sama suami kan ganti kan, dikira itu nomor suami. Saya mikirnya kenapa nih ada telepon dari kantor, ya udah bismillah aja. Jam 2 saya di-WA diminta doanya buat mas Dwi katanya hilang kontak," ungkap Sinta.

Baca juga: Jejak Langkah di Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan, Kabasarnas Temukan Fakta Lain: Korban di Jogja

KECELAKAAN PESAWAT ATR - Dwi Murdiono, teknisi pesawat ATR 42-500 sempat hubungi istri sebelum kecelakaan, chat terakhir tak terbalas. (Youtube/Dok. Indonesia Air Transport)

Jejak Dwi Murdiono ditemukan

Keberadaannya masih jadi misteri, jejak Dwi Murdiono salah satu korban pesawat ATR akhirnya ditemukan.

Pada Senin (19/1/2026), Tim SAR menemukan beberapa barang milik Dwi di TKP jatuhnya pesawat ATR yakni di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dalam pencarian di hari ketiga jatuhnya pesawat ATR, Tim SAR mendapati tas milik Dwi Murdiono serta dompetnya.

Dari sanalah ditemukan jejak Dwi yang disinyalir berada di dekat TKP.

Di tas Dwi, Tim SAR menemukan KTP yang beralamat di Bogor, Jawa Barat.

Lalu di tas Dwi juga ada dua kartu ID Card Airfast Indonesia dan Indonesia Air miliknya.

Ada juga kartu debit AT serta beberapa lembar uang rupiah ditemuakn di dalam tas Dwi.

Selain milik Dwi, Tim SAR juga menemukan barang milik Kopilot pesawat Farhan Gunawan yakni berupa KTP dan dompet.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.