TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meningkatnya kebutuhan energi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 menjadi tantangan tersendiri bagi sektor energi nasional.
Pasokan yang tidak stabil berpotensi mengganggu aktivitas rumah tangga, industri, hingga layanan publik.
Untuk memastikan kebutuhan tersebut tetap terpenuhi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Subholding Gas Pertamina menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Nataru 2025-2026 dengan capaian operasional yang aman dan andal di seluruh wilayah layanan.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, mengatakan selama periode Nataru, penyaluran gas bumi secara umum berada dalam kondisi aman. PGN juga berkoordinasi dengan Satgas Nataru Holding Migas Pertamina serta Posko Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Di wilayah Sumatera, PGN masih melanjutkan proses normalisasi pascabanjir. Meski demikian, penyaluran gas bumi kepada pelanggan komersial, industri, pelanggan kecil, serta lebih dari 821 ribu pelanggan rumah tangga tetap berjalan sesuai kebutuhan," kata Hery, Selasa (20/1/2026).
Selama periode Nataru, rata-rata realisasi niaga gas bumi tercatat sebesar 881 BBTUD. Angka ini meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, seiring dengan meningkatnya konsumsi energi pelanggan.
Penyaluran gas bumi ke sektor pembangkit listrik juga berjalan aman untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional selama masa libur panjang akhir tahun.
Sementara itu, pada sektor transportasi, penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) berlangsung sesuai dengan proyeksi. Sebanyak 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 2 Mobile Refueling Unit (MRU) tetap beroperasi dengan total penyaluran lebih dari 16 ribu liter setara premium.
Dari sisi layanan pelanggan, sekitar 98 persen laporan dan pengaduan selama periode Nataru berhasil diselesaikan. Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen PGN dalam menjaga keandalan pasokan energi dan kualitas layanan bagi masyarakat.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)