Bupati Ontot Tinjau Jalan Menuju Riam Macan Sanggau, Pembangunannya Secara Bertahap 
January 20, 2026 11:25 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau Yohanes Ontot meninjau pekerjaan pembangunan akses jalan menuju riam macan di desa Sei Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 19 Januari 2026.

Bupati juga didampingi Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sanggau Agus Hidayat serta konsultan dan pelaksana kegiatan.

"Penanganan jalan riam macan ini memang cukup lama kurang perhatian kita secara serius, sehingga tahun 2025 mulai kita anggarkan secara bertahap,"kata Bupati Sanggau Yohanes Ontot.

Bupati mengatakan, dengan keterbatasan anggaran, Pemerintah daerah membangun akses jalan riam macan itu secara bertahap. 

"Kondisi jalan ini sebelumnya memang rusak parah, maka kita anggarkan tahun 2025. Puji Tuhan hari ini akses jalan sudah bisa digunakan oleh masyarakat, meskipun belum tuntas. Mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perkimtan Kabupaten Sanggau Agus Hidayat menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan menuju objek wisata riam macan di desa Sei Mawang dilakukan melalui APBD tahun 2025 dengan anggaran Rp 1 miliar.

"Ada dua jenis penanganan yang kita lakukan. Pertama, dengan beton dan kedua dengan aspal. Jadi, itu alasannya kenapa jalan akses menuju riam macan itu ada yang diaspal dan ada yang dibeton. Karena memang di perencanaan kita ada dua perencanaan itu,"jelasnya.

Ia juga mengatakan, pembangunan akses jalan secara spot-spot tersebut berdasarkan permintaan masyarakat yang meminta pembangunan memprioritaskan jalan yang paling parah.

Baca juga: Diduga Buang Bayi ke Sungai Riam Sanggau, Wanita Muda Diamankan Tim Gabungan Polres Sanggau 

"Pada awal kita survei dengan tokoh masyarakat mereka meminta untuk melakukan penanganan pada titik-titik yang memang kondisinya sangat parah. Dari permintaan masyarakat itu, ada tujuh segmen yang kami tangani, yang kami anggap menggangu mobilitas penduduk, termasuk tanjakan yang jika hujan kondisi jalannya licin dan becek. Sehingga mengganggu mobilitas masyarakat,"ujarnya.

Untuk bangunan beton, pihaknya menggunakan mutu FC20 atau biasa disebut K250 dengan standar beton mutu sedang dengan kekuatan beban jalan maksimal 8 ton. 

"Ketebalan beton 20 sentimeter dan lebar 4 meter.  Untuk aspal dikerjakan sepanjang 176 meter dengan lebar sekitar 4,3 meter. Sebelum di aspal kita lapisi LPA dengan ketebalan 15 sentimeter, dilapisi aspal dengan ketebalan 3 sentimeter dengan mutu 2,2 Kg/meter kubik,"pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.