Alasan Syifa WNI Asal Banten Jadi Tentara Amerika Serikat, Segini Besaran Gaji Diterimanya
January 21, 2026 12:36 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Rekaman video mengharukan seorang ibu yang melepas putrinya di bandara untuk bertugas sebagai tentara Amerika Serikat (AS) mendadak ramai di akun media sosial.

Dalam video tersebut, tampak seorang perempuan mengenakan uniform (seragam) yang diduga milik tentara Amerika Serikat.

Dari video tersebut juga termpang jelas bendera Amerika Serikat di uniform tersebut.

Diketahui, pemilik seragam tentara Amerika Serikat tersebut bernama Syifa yang tersorot jelas dari seragam yang dipakainya.

Baca juga: Beredar Video Lambaian Deden Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500, Tersenyum Duduk Dekat Pilot

Setelah ditelusuri memang benar perempuan tersebut merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini berusia 20 tahun.

Mengenakan kacamata dan hijab berwarna hitam, tampak Syifa menggendong ransel seperti layaknya seorang tentara.

SYIFA JADI TENTARA AS - Momen Syifa di bandara diantar keluarga bertugas di Amerika Serikat. Keputusan Syifa seorang wanita Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi tentara Amerika Serikat (AS) menuai beragam kritikan publik. 
SYIFA JADI TENTARA AS - Momen Syifa di bandara diantar keluarga bertugas di Amerika Serikat. Keputusan Syifa seorang wanita Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi tentara Amerika Serikat (AS) menuai beragam kritikan publik.  (Instagram/Tangkapan Layar Ig @bunda_kesidaa)

Setelah ditelusuri, seorang WNI asal Tangerang, Banten memang kini resmi bergabung sebagai tentara Army National Guard (Garda Nasional) Amerika Serikat.

Penampilan Syifa yang tetap mengenakan hijab di balik seragam loreng bertuliskan "US Army" menuai beragam reaksi penasaran netizen.

Safitri ibu Syifa menjelaskan, keputusan sang putri untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS.

"Awal ke sini ada tetangga juga dari Indonesia yang juga menjadi army di sini, mereka kemudian memberikan informasi lebih lengkap," ungkap Safitri, dikutip Tribunnews.com

Ia mengatakan sang putri akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS.

Adapun terkait penampilan berhijab yang dikenakan Syifa, Safitri menyebut tidak ada masalah.

"Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab."

"Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia," ungkap Safitri.

Meski begitu, keputusan Syifa yang masih berstatus WNI untuk menjadi anggota militer di AS mendapat berbagai macam respons dari netizen.

Ada yang mendukung, ada juga yang

Baca juga: Sosok Syifa, Perempuan Berhijab Gabung Jadi Tentara Amerika Serikat, Masih Berstatus WNI

menyesalkan.

Terkait itu, Safitri dan keluarga tidak terlalu mempermasalahkan.

"Mereka yang berkomentar negatif mungkin tidak mengetahui seperti apa kenyataannya."

"Bagi mereka yang mendukung dan berkomentar positif tentu kami mengapresiasi," kata Safitri.

Syifa Jalani Training Militer AS

Safitri sang ibunda menjelaskan, Syifa saat ini tengah menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan Januari ini.

"Awalnya saya juga takut, saya kira disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anak saya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office," jelas Safitri.

Meski berstatus WNI, Syifa bisa mendaftar karena ia dan keluarganya adalah pemegang Green Card (Permanent Resident) yang telah menetap di Maryland, AS, sejak pertengahan 2023.

Syarat utama menjadi tentara AS memang tidak harus warga negara, namun minimal harus memiliki izin tinggal tetap (Permanent Resident).

Keputusan sang putri untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS.

"Awal ke sini ada tetangga juga dari Indonesia yang juga menjadi army di sini, mereka kemudian memberikan informasi lebih lengkap," ungkap Safitri, dikutip Tribunnews.com

Mereka berasal dari Kota Tangerang, Banten.

Safitri dan keluarga merupakan diaspora yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 lalu.

Safitri beserta suami dan dua anak perempuannya pindah ke Amerika Serikat setelah mendapat visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang.

Saat ini Safitri dan keluarga tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC.

Ia mengatakan sang putri akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS.

Penampilan Berhijab Bukan Masalah

Adapun terkait penampilan berhijab yang dikenakan Syifa, Safitri menyebut tidak ada masalah.

"Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab."

"Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia," ungkap Safitri.

Meski begitu, keputusan Syifa yang masih berstatus WNI untuk menjadi anggota militer di AS mendapat berbagai macam respons dari netizen.

Ada yang mendukung, ada juga yang menyesalkan.

Terkait itu, Safitri dan keluarga tidak terlalu mempermasalahkan.

"Mereka yang berkomentar negatif mungkin tidak mengetahui seperti apa kenyataannya."

"Bagi mereka yang mendukung dan berkomentar positif tentu kami mengapresiasi," kata Safitri.

Video melepas Syifa yang kembali bertugas diambil di bandara setempat.

"Jadi anak saya baru saja selesai liburan Natal karena sedang ada camp, dapat cuti dua minggu. Setelah cuti kami antara lagi (ke bandara)," ungkap Safitri, Selasa (20/1/2026).

Momen ini dibagikan akun Instagram @bunda_kesidaa, yang dikutip Tribun Sumsel pada Sekasa (120/1/2026) memperlihatkan momen haru saat sang ibu mengantar ke bandara untuk bertugas sebagai tentara Amerika Serikat.

Dalam momen tersebut, tampak wanita yang memakai hijab terlihat mengenakan seragam loreng tentara AS.

Sementara, sang ibu tampak memberikan semangat dan doa kepada putri yang disapa “kakak”.

Gaji Tentara Amerika Serikat

Di balik keberanian Syifa, banyak yang bertanya-tanya berapa sebenarnya gaji dan tunjangan yang diterima seorang tentara di negara adidaya tersebut?

Melansir nationalguard.com, gaji tentara AS diatur berdasarkan sistem kepangkatan dan masa kerja.

Untuk tingkat pemula seperti Syifa yang baru bergabung sebagai prajurit Enlisted (E).

Ini mencakup seluruh waktu yang dihabiskan dalam pelatihan.

Umumnya, Anda akan menjalani latihan rutin (drill) sekitar dua hari sebulan, ditambah dua minggu Pelatihan Tahunan (Annual Training) setiap tahunnya.

Baca juga: Menanti Rp200 Ribu Bekal Lebaran, Cerita Ela Gaji 5 Bulan Belum Dibayar Imbas Dana Desa Dipangkas

Anda dianggap berada dalam status Tugas Aktif (Active Duty) selama menjalani pelatihan keterampilan kerja serta Pelatihan Tahunan, dan akan dibayar sebagaimana mestinya.

Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di Amerika Serikat mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta dengan kurs asumsi). Jika dibedah lebih dalam, pendapatan ini setara dengan:

  • $2.922 (Rp49,5 juta) per bulan
  • $674 (Rp11,4 juta) per minggu
  • $16,86 (Rp285 ribu) per jam

Bagi prajurit seperti Syifa, angka ini merupakan pendapatan dasar yang masih bisa berkembang pesat seiring dengan kenaikan pangkat, tingkat pendidikan, dan masa bakti.

Peluang Kenaikan Gaji

Data dari ZipRecruiter menunjukkan bahwa rentang gaji di Garda Nasional sangat bervariasi.

Meski mayoritas berada di angka $30.000 hingga $38.500, prajurit dengan kualifikasi tinggi (persentil ke-90) bisa membawa pulang hingga $45.000 per tahun.

Faktor-faktor seperti MOS (Spesialisasi Okupasi Militer), lokasi penempatan, dan pengalaman lapangan menjadi kunci utama dalam mendongkrak pendapatan tersebut.

Selain gaji pokok, menjadi anggota Garda Nasional menawarkan berbagai keuntungan finansial yang signifikan:

  • Tunjangan Perumahan: Bagi mereka yang memiliki tanggungan (keluarga), tersedia tunjangan tempat tinggal tambahan.
  • Keuntungan Pajak: Pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok. Bonus atau pendapatan tambahan saat bertugas di luar negeri seringkali bebas pajak (tax-exempt).
  • Status Tugas Aktif: Setiap kali dikerahkan untuk pelatihan tahunan atau misi khusus, prajurit dibayar penuh dengan standar Active Duty.

Dikutip dari nationalguard.mil, National Guard adalah komponen cadangan militer Amerika Serikat yang direktut oleh masing-masing negara bagian. Tetapi, National Guard juga dapat dikerahkan dalam level nasional apabila dibutuhkan.

Sosok Syifa

Perempuan berusia 20 tahun ini bernama Syifa dan bergabung dengan militer AS.

Ia diketahui merupakan tentara Angkatan Darat AS.

Syifa bergabung dengan National Guard (Garda Nasional).

Ia bertugas di bagian administrasi atau office, bukan di garda depan pertempuran.

Sebelumnya, Safitri membenarkan sang anak, Syifa (20) bergabung dengan militer AS.

Safitri dan keluarga merupakan diaspora yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak pertengahan 2023 lalu.

Mereka berasal dari Kota Tangerang, Banten.

Safitri beserta suami dan dua anak perempuannya pindah ke Amerika Serikat setelah mendapat visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang.

Saat ini Safitri dan keluarga tinggal di Kensington, negara bagian Maryland, daerah pinggiran Kota Washington DC.

Video melepas Syifa yang kembali bertugas diambil di bandara setempat.

"Jadi anak saya baru saja selesai liburan Natal karena sedang ada camp, dapat cuti dua minggu. Setelah cuti kami antara lagi (ke bandara)," ungkap Safitri, Selasa (20/1/2026).

Bertugas di National Guard

Safitri menjelaskan, Syifa saat ini tengah menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan ini.

Putri pertamanya itu mendaftarkan diri sebagai National Guard.

Dikutip dari nationalguard.mil, National Guard adalah komponen cadangan militer Amerika Serikat yang direktut oleh masing-masing negara bagian. Tetapi, National Guard juga dapat dikerahkan dalam level nasional apabila dibutuhkan.

"Awalnya saya juga takut, saya kira disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anak saya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office," jelas Safitri.

Baca juga: Nasib Guru Tri Wulansari, Potong Rambut Pirang Siswa Jadi Tersangka, Rela Berhenti Demi Dimaafkan

Sebelumnya, Seorang wanita Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi tentara Amerika Serikat (AS) viral di media sosial saat diantar ke bandara.

Momen ini dibagikan akun Instagram @bunda_kesidaa, yang dikutip Tribun Sumsel pada Sekasa (120/1/2026) memperlihatkan momen haru saat sang ibu mengantar ke bandara untuk bertugas sebagai tentara Amerika Serikat.

Dalam momen tersebut, tampak wanita yang memakai hijab terlihat mengenakan seragam loreng tentara AS.

Sementara, sang ibu tampak memberikan semangat dan doa kepada putri yang disapa “kakak”.

Masih Berstatus WNI

Teka-teki soal status kewarganegaraan Syifa (20) yang bergabung dengan Army National Guard Amerikat Serikat (AS) akhirnya dijawab pihak keluarga.

Keluarga Syifa menyebut jika anaknya masih berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

TENTARA AS - Syifa WNI asal Banten bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS.
TENTARA AS - Syifa WNI asal Banten bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah berdiskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS. (Instagram/Tangkapan Layar Ig @bunda_kesidaa)

Meski bergabung sebagai tentara di Amerika, posisi Syifa ternyata hanya sebagai Komponen Cadangan (Komcad).

Sebagai informasi, anggota Komponen Cadangan (Komcad) bukan termasuk anggota tentaraI aktif, tetapi merupakan warga negara sukarela yang dilatih untuk memperkuat saat dibutuhkan.

Syifa dan keluarganya diketahui telah memiliki Green Card (Permanent Resident) di Amerika Serikat.

Dimana artinya dengan visa Green Card, memiliki izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal di AS dalam jangka panjang.

Baca juga: Detik-detik Cucu Konglomerat Henry Pribadi Terlilit Tali Pembatas saat Meluncur di Lereng Ski Jepang

Safitri sang ibunda menjelaskan, Syifa saat ini tengah menjalani proses training sebagai militer AS yang akan selesai pada bulan Januari ini.

"Awalnya saya juga takut, saya kira disuruh perang, namun ternyata tidak. Posisi yang diambil anak saya adalah di National Guard, dan bekerja di bagian office," jelas Safitri, dilansir dari Tribunnews.com.

Safitri menuturkan, keputusan sang putri untuk bergabung dengan militer AS telah melalui pertimbangan setelah mendapat referensi dari tetangganya.

"Awal ke sini ada tetangga juga dari Indonesia yang juga menjadi army di sini, mereka kemudian memberikan informasi lebih lengkap," ungkapnya.

Adapun terkait penampilan berhijab yang dikenakan Syifa, Safitri menyebut tidak ada masalah.

"Sebelum mendaftar tentu kami juga berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya dengan penampilan hijab."

"Ternyata memang diperbolehkan, dan ada juga anggota dari negara-negara lain yang mengenakan hijab selain dari Indonesia," ungkap Safitri.

(Tribunnews.com/TribunSumsel.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.