Pesan Terakhir Dwi Murdiono Engineer Korban Pesawat ATR 42-500, Istri Syok Chatnya Tak Dibalas
January 21, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Duka mendalam menyelimuti keluarga Dwi Murdiono, seorang engineer yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.

Sebelum insiden tragis terjadi, Dwi Murdiono sempat mengirim pesan terakhir kepada istrinya,

Istrinya kini masih terpukul, mengingat pesan itu sebagai momen perpisahan yang tak terduga dan menyisakan rasa syok mendalam.

Baca juga: Terjawab soal Pergerakan Smartwatch Farhan Co-Pilot ATR 42-500, Kepala Basarnas Ungkap Fakta Asli

Seorang pria yang bertempat tinggal di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor bernama Dwi Murdiono jadi salah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 pada Sabtu (17/1/2026).

Istri Dwi, Sinta Jayanti pun mengurai cerita soal komunikasi terakhirnya dengan sang suami sebelum insiden.

Ternyata beberapa jam sebelum pesawat jatuh, Dwi sempat mengirimkan chat ke istrinya.

Diwartakan sebelumnya, Dwi Murdiono adalah satu dari 10 penumpang yang jadi korban pesawat ATR 42-500 diduga meledak usai menabrak tebing Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Jadi salah satu penumpang, Dwi sejatinya bertugas sebagai engineer di PT Indonesia Air Transport.

Sebelum terbang bersama beberapa kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dwi rupanya sempat bercerita ke sang istri, Sinta Jayanti.

Dwi mengungkap perjalanan dinasnya yang panjang mulai berangkat dari Bogor, lalu singgah ke Semarang lalu Jogja.

Diakui Sinta, Dwi memang sempat bercerita kalau dia bakal terbang ke Makassar pada Sabtu pagi untuk keperluan patroli.

KECELAKAAN PESAWAT - Pesan terakhir Dwi Murdiono untuk istri sebelum jatuhnya ATR 42-500 menjadi perpisahan memilukan. (Dok./TribunBogor)

"Suami saya berangkatnya dinas biasa buat patroli di kelautan gitu. Dia tapi berangkatnya dari Semarang, tapi ke Semarang berhenti dulu sampai jam 5 an, terus berangkat lagi ke Jogja. Terus nginep di Jogja, paginya jam 8 disuruh berangkat lagi, berangkat ke Makassar buat patroli," ungkap Sinta Jayanti dilansir TribunnewsBogor.com dari video TikTok offcial.rekam24, Selasa (20/1/2026).

Tak hanya itu, Dwi juga mengurai rencana timnya untuk kembali ke Jakarta setelah tiba di Makassar.

"Kalau pesawat aman, nginep dulu di Makassar, terus balik ke Jogja, terus balik ke Jakarta," pungkas Sinta.

Lebih lanjut, Sinta mengungkap isi chat dari suaminya sebelum terbang.

Tak disangka chat tersebut adalah pamitan terakhir Dwi kepada sang istri.

Karena setelahnya, Dwi tak lagi membalas pesan Sinta.

"Hari Sabtu jam 8 pas mau berangkat, Dia mau berangkat bilang 'mi, abi nanti jam 8 kalau enggak diundur berangkat ya'," kata Sinta.

"Saya balasin 'iya bismillah ya, hati-hati', saya gituin. Udah gitu udah, habis itu enggak (dibalas)," sambungnya.

Setelah mendoakan sang suami, Sinta sempat heran.

Sebab Dwi tidak mengabarinya sampai siang hari.

Padahal sebelumnya Sinta sudah berpesan agar suaminya itu memberikan kabar jika tiba di hotel.

"Biasanya kalau udah sampai (Dwi chat) 'abi udah nyampe ya, udah di hotel ya'. Sebelum (suami) berangkat saya bilang 'jangan lupa ngabarin ya', biasanya kan dia ngabarin," imbuh Sinta.

Hingga akhirnya pukul 14.00 Wib, Sinta dihubungi oleh perusahaan tempat suaminya bekerja.

Bahwa pesawat yang ditumpangi Dwi hilang kontak.

Dari sanalah Sinta pilu lantaran mengingat nasib suaminya yang masih belum diketahui.

Terlebih Dwi tak bisa mewujudkan permintaan istrinya, yakni untuk memberikan kabar.

"Jam 12 saya ditelepon, karena nomor saya sama suami kan ganti kan, dikira itu nomor suami. Saya mikirnya kenapa nih ada telepon dari kantor, ya udah bismillah aja. Jam 2 saya di-WA diminta doanya buat mas Dwi katanya hilang kontak," ungkap Sinta.

Jejak Dwi Murdiono ditemukan

Keberadaannya masih jadi misteri, jejak Dwi Murdiono salah satu korban pesawat ATR akhirnya ditemukan.

Pada Senin (19/1/2026), Tim SAR menemukan beberapa barang milik Dwi di TKP jatuhnya pesawat ATR yakni di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dalam pencarian di hari ketiga jatuhnya pesawat ATR, Tim SAR mendapati tas milik Dwi Murdiono serta dompetnya.

Dari sanalah ditemukan jejak Dwi yang disinyalir berada di dekat TKP.

Di tas Dwi, Tim SAR menemukan KTP yang beralamat di Bogor, Jawa Barat.

Lalu di tas Dwi juga ada dua kartu ID Card Airfast Indonesia dan Indonesia Air miliknya.

Ada juga kartu debit AT serta beberapa lembar uang rupiah ditemuakn di dalam tas Dwi.

Selain milik Dwi, Tim SAR juga menemukan barang milik Kopilot pesawat Farhan Gunawan yakni berupa KTP dan dompet.

(Tribunnewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.