BURON Paling Dicari di Eropa Ditangkap di Bali & ke Rumania, Zuleam Kasus Pembunuhan & Perampokan! 
January 21, 2026 12:03 AM

TRIBUN-BALI.COM - Pelarian Costinel-Cosmin Zuleam (33), buronan paling dicari di seantero Eropa, berakhir di Pulau Dewata.

Pria asal Rumania yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana dan penyiksaan sadis ini diringkus tim gabungan di wilayah Kerobokan, Badung, setelah sempat mencoba mengelabui petugas dengan berpindah-pindah lokasi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, mengungkapkan bahwa tersangka merupakan subjek Interpol Red Notice (IRN) yang sangat berbahaya dengan kecenderungan kekerasan tinggi.

Zuleam bukanlah kriminal biasa. Di negara asalnya, ia adalah otak di balik aksi perampokan brutal pada 6 November 2023 di Kota Sibiu, Rumania. Penangkapan buronan kelas kakap ini dilakukan di wilayah Kerobokan pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026 pada pukul 15.00 Wita.

Baca juga: SIAP Tindak Tegas WNA Berulah! AKBP Purba Resmi Jabat Kapolres Badung

Baca juga: ANGKAT 1.721 PPPK Paruh Waktu, Pemkot Kaji Terkait Perlindungan Jaminan Sosialnya

Bersama dua rekannya, Zuleam menyusup ke rumah seorang pengusaha lokal, melakukan penyiksaan ekstrem hingga korban tewas, dan mengancam anak perempuan korban dengan senjata api sebelum menggondol jam tangan mewah senilai 200.000 Euro (sekitar Rp3,4 miliar).

"Dua rekan tersangka sudah lebih dulu tertangkap di Irlandia dan Skotlandia dan dijatuhi hukuman seumur hidup. ZCC (Zuleam) ini adalah target utama perburuan internasional yang sangat licin," ujar Kombes Pol Adhi Mulyawarman dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (20/1). 

Dalam konferensi pers ini juga dihadiri langsung oleh SES NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko dan Kabag Jatranin SET NCB Interpol Indonesia Divhubinter serta Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy. 

Berdasarkan data lintasan, Zuleam masuk ke Indonesia sejak November 2023 melalui rute China menuju Bandara Soekarno Hatta.

Diketahui ZCC pernah mencoba keluar Indonesia dengan data pemesanan tiket pesawat dari Denpasar menuju Kuala Lumpur, namun setelah dilakukan pengecekan yang bersangkutan tidak tercatat dalam data perlintasan keimigrasian.

Setelah mendapatkan informasi tambahan dari NCB Bucharest melalui unggahan Facebook, yang bersangkutan terdeteksi masih berada di Indonesia sehingga Set NCB Interpol Indonesia kembali melakukan proses pencarian keberadaan di wilayah Bali, dan berhasil dilakukan penangkapan pada tanggal 15 Januari 2026.

Selama berada di Bali, tersangka mencoba membaur dengan keramaian wisatawan. Cerdiknya, di tengah statusnya sebagai buronan paling dicari, Zuleam justru menghabiskan waktunya beraktivitas dengan tidak mencolok dan low profil.

"Hasil pendalaman kami, aktivitas subjek selama berada di Bali menyamarkan diri melakukan kegiatan wisata di Bali, yang bersangkutan berusaha menghindari aktivitas mencolok," jelas Dirkrimum Polda Bali.
 
Namun, aparat kepolisian tidak tinggal diam. Tim gabungan dari Divhubinter Polri (NCB-Interpol Indonesia), Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar melakukan operasi terpadu selama tiga hari sejak 12 Januari 2026.

Meski tersangka dikenal licin dan sering berpindah tempat tinggal untuk memutus jejak, pelacakan intensif melalui koordinasi dengan NCB Bucharest dan pemantauan aktivitas digital akhirnya membuahkan hasil.

"Kami melakukan pengejaran dan pengecekan posisi yang cukup sulit karena subjek ini selalu berpindah-pindah. Akhirnya, pada Kamis, 15 Januari 2026 pukul 15.00 WITA, tim berhasil mengepung dan mengamankan tersangka di wilayah Kerobokan tanpa perlawanan berarti," bebernya Kombes Pol Adhi Mulyawarman. 

Penangkapan ini menjadi sinyal keras bagi pelaku kejahatan internasional. Pihak kepolisian menegaskan bahwa koordinasi lintas negara melalui jaringan Interpol kini semakin solid.

Sesuai dengan prosedur internasional, Tim gabungan melakukan handing over (penyerahan) tersangka kepada otoritas Rumania pada Rabu, 21 Januari 2026 untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya di hadapan hukum dan malam ini Selasa 20 Januari 2026 diterbangkan. (ian)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.