Lengkap! Niat, Doa, dan Keutamaan Shalat Fajar Menurut Rasulullah SAW
January 21, 2026 06:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Mendirikan Shalat Fajar atau Shalat Qabliyah Subuh sangat dianjurkan bagi umat Muslim.

Terutama dibulan-bulan mulai seperti Syaban saat ini menjelang kedatangan bulan paling mulia Ramadhan 1447 Hijriyah.

Melaksanakan Shalat Fajar dan Shalat Qabliyah disebutkan dan sejumlah keterangan lebih baik dari dunia  dan seisinya.

Sayang sekali untuk ditinggalkan sebelum menunaikan ibadah Shalat Fardu Subuh.

Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, menyebutkan mengerjakan Shalat Fajar itu lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: “Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim).

Baca juga: BACAAN Doa Qunut Menjadi Imam dan Doa Makmum Setiap Tunaikan Shalat Subuh

Shalat Fajar ini hukumnya sunnah muakkadah yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Waktunya dilaksanakan setelah Adzan Subuh hingga iqomah.

Namun ada suatu riwayat menjelaskan Rasulullah  SAW pernah melaksanakan shalat Fajar setelah Shalat subuh tujuannya karena menggantinya lantaran betapa pentingnya Shalat Fajar.

Saking pentingnya Shalat Fajar atau Qabliyah Subuh.

Dalam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad Rasulullah saw hampir tidak pernah meninggalkan salat Fajar Subuh.

Niat Shalat Fajar atau Qabliyah Subuh

Niat Shalat Fajar

أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالى

Ushalli sunnatal fajri rok’ataini ad’an lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah fajar dua rakaat karena Allah Ta’ala.”Adapun tata cara menunaikan Shalat Fajar sama seperti Shalat sunnah lainnya. Shalat Fajar atau Qabliyah subuh ini didirikan sebanyak dua rakaat sekali salam.

Niat Shalat Qabliyah Subuh

أُصَلِّى سُنَّةَ قَبْلِيَةً الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan qabliyyata shubhi atau( Fajri ) rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: Aku niat shalat sunah sebelum Subuh atau shalat fajar dua raka’t karena Allah Taala.

Membaca surat al-fatihah dan surat-surat pendek al-Quran

Rakaat pertama membaca surat al-fatihah dan kemudian kemudian membaca surat Al-Kafirun.

Dan pada rakaat yang kedua setelah membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat al-Ikhlas.

Serta gerakannya sama seperti Shalat sunnah lainnya hingga salam.

Doa Shalat Fajar

Berdasarkan dalil hadits riwayat Ibnu Sinni dan Al-Hakim, dzikir yang dibaca setelah selesai mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh adalah sebagai berikut:

اَللهُمَّ رَبَّ جِبْرِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَمِيْكائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

AllaaHumma rabba jibriila wa israafiila wa miikaa-iila wa muhammadin nabiyyi shallallaaHu ‘alaiHi wa sallama a’uudzubika minan naar (“Ya Allah, Rabbnya Jibril, Israfil, Mikail dan Muhammad saw, saya mohon perlindungan-Mu dari siksa api neraka” 3x)

Artinya : “Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, dan Tuhannya junjungan kami Muhammad SAW. Selamatkanlah kami dari neraka”.

Keutamaan Shalat Fajar/Shalat Qabliyah Subuh

1. Selamat dari Neraka

Berdasarkan hadits Nabi tentang keutamaan dari Shalat Fajar yakni akan terhindar dari siksa api neraka.

"Siapa pun yang melakukan Shalat sebelum matahari terbit dan Shalat sebelum terbenamnya tidak akan masuk neraka." (HR Muslim)

Hadis ini dengan jelas menyatakan bagian yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah bahwa seseorang tidak akan masuk neraka apabila melaksanakan satu Shalat Fajr dan Maghrib.

Sesorang Muslim harus mampu menjaga Shalat Fajar agar peluang masuk surga lebih besar daripada masuk neraka.

2. Malaikat akan bersaksi

Betapa pentingnya bagi seorang Muslim mengerjakan Shalat Fajar atau Shalat Subuh adalah malaikat yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala menyaksikan Shalat Subuh yang dilaksanakan oleh seorang Muslim.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dirikanlah Shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula Shalat) subuh. Sesungguhnya Shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS Al Isra: 78)

Ayat tersebut dengan jelas mengatakan kepada umat Islam untuk mendirikan Shalat Subuh dan Magrib. 

3. Dilindungi Allah

Allah akan memberikan perlindungan kepada siapapun yang mengerjakan Shalat Fajar tanpa harus meminta.

Sebagaimana dikatakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis:

"Siapa pun yang Shalat Subuh, kemudian dia berada di bawah perlindungan Allah. Maka waspadalah, wahai putra atau putri Adam, bahwa Allah tidak memanggil kamu untuk mempertanggungjawabkan perlindungan-Nya karena alasan apa pun." (HR Muslim)

"Barang siapa yang Shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahanam." (HR Muslim Nomor 163)

4. Nilai Terbaik dari Dunia dan Isinya

Inilah keutamaannya disebutkan sangat besar, hingga pahalanya sama dengan dunia dan seisinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.