TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat, Brigjen Sulastiana, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Manajemen Risiko bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat.
Kegiatan di Ruang Kepala Perwakilan BPKP Papua Barat, Manokwari, Selasa (20/1/2026), tersebut dihadiri Wakapolda Papua Barat, Brigjen Sulastiana.
Ada juga Kepala Perwakilan BPKP Papua Barat, Eko Hery Winarno, auditor ahli madya selaku koordinator pengawasan, auditor terampil dan auditor ahli madya BPKP, Irwasda Polda Papua Barat, dan auditor TK III Madya Itwasda Polda Papua Barat.
Rakor ini sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Polda Papua Barat dan BPKP untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Tujuan lainnya untuk meningkatkan pemahaman serta penerapan manajemen risiko secara komprehensif, sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi dapat lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Pertemuan itu membahas berbagai aspek strategis terkait manajemen risiko; mulai dari identifikasi risiko, mitigasi risiko, hingga penguatan sistem pengendalian internal di lingkungan Polda Papua Barat.
Baca juga: Polda Papua Barat Selamatkan Rp624 Juta dari Korupsi, Tapi Angka Kejahatan Naik 25 Persen
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan kegiatan itu mencerminkan komitmen Kepolisian dalam memperkuat koordinasi dan transparansi dengan instansi pengawasan.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap potensi risiko dapat dikelola secara tepat sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel,” ujarnya.
Ia berharap hasil rapat koordinasi itu dapat dijadikan pedoman bagi seluruh personel Polda Papua Barat dalam penerapan manajemen risiko di masing-masing satuan kerja.
“Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, setiap risiko yang teridentifikasi dapat diminimalisir secara sistematis sehingga pengawasan internal makin kuat dan kinerja organisasi dapat berjalan optimal,” katanya.