TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak lima dusun di Desa Sidakarya Denpasar terdampak bencana angin puting beliung pada Rabu, 21 Januari 2026 dini hari.
Bencana tersebut menyebabkan setidaknya 35 rumah dan 15 pelinggih rusak.
Perbekel Sidakarya, I Wayan Madrayasa mengungkapkan, kejadian ini terjadi pukul 02.40 Wita.
Adapun lima dusun yang terdampak yakni Dusun Dukuh, Graha Kerti, Dusun Tengah, Dusun Sekar Kangin, dan Dusun Kerta Dalem.
Baca juga: Dewa Ayu dan Dewa Ketut Berpulang Secara Tragis di Jembrana, Disengat Tawon Hingga Meninggal
"Dari 12 dusun, yang terdampak lima dusun. Yang paling parah adalah Dusun Tengah dan Sekar Kangin," ungkapnya saat diwawancarai di kantornya.
Rata-rata kerusakan rumah terjadi pada atap, dan pelinggih yang roboh.
Juga ada tembok yang jebol, pohon perindang di dalam rumah yang roboh seperti pohon kamboja.
Baca juga: KISAH LENGKAP Hubungan Terlarang Berakhir Ulah Pati di Buleleng, Main Hati Berujung Maut
"Di Dusun Graha Kerti ada mobil juga yang tertimpa atap garase," imbuhnya.
Untuk kerugian, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dilakukan perhitungan.
Dari pembicaraan dengan Wakil Wali Kota Denpasat, I Kadek Agus Arya Wibawa, dirinya mengatakan pemkot telah menginstruksikan OPD terkait untuk melakukan pendataan.
Ia menambahkan, Pemkot akan memberikan bantuan untuk perbaikan sesuai dengan tingkat kerusakan.
"Bantuan pemrajan maksimal Rp 30 juta dan rumah maksimal Rp 100 juta. Disesuaikan dengan kerusakan," paparnya.
Selain itu, untuk proses pembersihan, pihaknya mengaku akan menggunakan dana kebencanaan dari APBDes.
Dimana untuk tahun 2026 ini, pihaknya menganggarkan Rp 57 juta.
Madrayasa pun menyebut jika ini merupakan bencana puting beliung pertama yang terjadi di wilayahnya. (*)