Materi ini menguji pemahaman peserta didik tentang Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, UMKM, dan koperasi sekolah sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mengutip dari YouTube Media Pembelajaran, berikut kunci jawaban Pendidikan Pancasila kelas 10 SMA halaman 160 Kurikulum Merdeka, Penilaian 3.
Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 10 Halaman 157 Kurikulum Merdeka, Uji Kompetensi 3.3 BAB 3
Penilaian 3
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang jelas dan benar!
1. Jelaskan alasan dan tujuan dari pemilihan kalimat bhinneka tunggal ika sebagai semboyan negara!
2. Berikan contoh perilaku kalian di lingkungan sekolah dan masyarakat yang mencerminkan penerapan semboyan bhinneka tunggal ika!
3. Unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian dari usaha yang tahan menghadapi krisis moneter tahun 1998. Jelaskan bagaimana upaya untuk tetap memberdayakan sektor UMKM tersebut!
4. Koperasi siswa di sekolah merupakan sebuah upaya berlatih bagi peserta didik dengan praktik langsung dalam usaha perekonomian. Sebutkan dan jelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat usaha koperasi siswa di sekolah kalian!
5. Konsep gotong royong mengandung makna bekerja sama secara nyata, baik secara fisik maupun nonfisik. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gotong royong fisik dan nonfisik! Berikan contohnya!
Baca juga: Kunci Jawaban IPA Kelas 10 SMA Halaman 115 Kurikulum Merdeka, Soal Ayo Berlatih BAB 5
Jawaban :
1. Frasa bhinneka tunggal ika dipilih sebagai semboyan bangsa Indonesia karena maknanya yang sangat sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam. Tujuan dari pemilihan frasa tersebut ialah memberikan pemahaman tentang karakter bangsa Indonesia yang berbeda-beda tetap satu bangsa, sekaligus memotivasi bangsa Indonesia untuk bersatu dalam perbedaan atau keragaman.
2. Contoh perilaku : menghargai perbedaan suku, agama, budaya, dan pendapat teman, bekerja sama dalam kelompok tanpa membeda-bedakan latar belakang, berteman dengan siapa saja, serta ikut menjaga kerukunan dan toleransi dalam kegiatan bersama seperti kerja bakti, musyawarah, dan perayaan hari besar. Sikap tersebut menunjukkan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap dapat hidup rukun dan bersatu.
3. Upaya memberdayakan UMKM dilakukan dengan memberikan dukungan dari peme-rintah berupa pelatihan keterampilan dan manajemen usaha, bantuan permodalan, serta dukungan pemasaran melalui pameran dan platform digital. Dengan adanya bantuan tersebut, UMKM dapat meningkatkan daya saing, berkembang secara mandiri, dan tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi.
4. - Faktor pendukung koperasi sekolah: dukungan kepala sekolah dan guru agar koperasi menjadi sarana berlatih perekonomian secara langsung: jumlah peserta didik yang banyak merupakan modal dan pasar dalam melakukan usaha; usaha yang dijalankan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik atau sekolah.
- Faktor penghambat atau kendala antara lain: kurangnya dukungan fasilitas, seperti tempat usaha, konsistensi guru dalam membimbing unit usaha secara jangka panjang, dan iuran untuk modal yang terbatas sesuai kemampuan peserta didik
5. Gotong royong secara isik dilakukan dengan perbuatan, seperti kerja bakti, mem-bantu korban bencana, menyantuni anak-anak yatim piatu, dan sebagainya. Sementara gotong royong nonisik dilakukan dalam bentuk gagasan atau pemikiran, misalnya berdiskusi membahas solusi mengatasi permasalahan bersama, memberikan gagasan atau ide dalam musyawarah, dan sebagainya.