Bersyukur Bupati Sudewo Ditangkap KPK, Warga Pati Gelar Pesta Kembang Api hingga Gelar Syukuran
January 21, 2026 12:47 PM

 

SRIPOKU.COM - Setelah Bupati Pati Sudewo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagian warganya bak mengucap syukur.

Sebagian warga Pati pun melakukan pesta kembang api usai sang bupati diamankan KPK.

Seperti yang dilakukan aktivis dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mereka gembira menyambut status tersangka Bupati Pati Sudewo.

Ini terbukti dari suasana di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Selasa (20/1/2026) malam yang mendadak riuh.

Pukul 21.05, dentuman kembang api bersahutan memecah keheningan malam. 

Sementara kepulan asap merah dari flare menyelimuti lapangan hijau di jantung kota tersebut. 

Tampak para aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berpesta kembang api sebagai ekspresi kegembiraan atas penetapan status tersangka terhadap Bupati Pati Sudewo oleh KPK.

Bupati Pati -
Bupati Pati - (Tangkapan layar Instagram/@sudewoofficial)

Baca juga: Sosok Bupati Pati Sudewo, Politikus Senior yang Kini Dirumorkan Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan

AMPB: Pesta Kembang Api Rasa Syukur Karena Bupati Sudewo Ditetapkan Tersangka

Sutikno, yang akrab disapa Paijan Jawi, salah satu tokoh AMPB menegaskan bahwa aksi menyalakan kembang api ini bukan euforia tanpa makna, melainkan bentuk rasa syukur yang mendalam.

Menurutnya, langkah tegas KPK dalam mengusut kasus dugaan jual-beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati merupakan kemenangan bagi keadilan.

"Ini rasa syukur kami karena Bupati Sudewo sudah ditetapkan sebagai tersangka."

"Kami berterima kasih kepada KPK karena sudah menunjukkan kalau hukum itu memang harus adil dan tidak boleh tebang pilih," ujar Paijan.

Dia mengungkapkan bahwa aksi ini juga merupakan bentuk penunaian janji atau nazar lama. 

Dia mengenang pesan dari rekan seperjuangannya, Supriyono alias Botok yang saat ini masih mendekam di penjara atas kasus pemblokiran Jalan Pantura saat berunjuk rasa.

Dahulu, mereka sempat berencana merayakan pemakzulan Sudewo menggunakan petasan. 

Namun rencana itu kandas setelah mereka merasa dikhianati oleh proses politik di tingkat DPRD Kabupaten Pati.

Meski langit malam itu dihiasi warna-warni kembang api, Sutikno menyimpan sedikit rasa getir. 

Di balik senyum syukurnya, dia masih memikirkan nasib Botok. 

"Hati senang tapi juga sedih. Sedihnya karena Mas Botok masih dipenjara."

"Harapan saya, Mas Botok bisa segera dibebaskan," tambahnya.

Pesan untuk Wakil Bupati Pati

Menatap masa depan Kabupaten Pati, Sutikno menitipkan pesan kepada Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra yang kemungkinan akan menggantikan posisi Sudewo agar membawa perubahan yang nyata. 

Dia menuntut adanya transparansi penuh dalam pengelolaan anggaran daerah.

Dia menegaskan agar uang rakyat benar-benar dikembalikan untuk kepentingan pembangunan, bukan kepentingan segelintir pejabat.

Aksi yang berlangsung singkat ini diakhiri dengan membereskan sampah sisa kembang api. 

Di akhir pernyataannya, Paijan menegaskan rencana para aktivis untuk terus mengawal proses hukum Botok dan Teguh Istiyanto di pengadilan. 

Dia memastikan dirinya dan rekan-rekan AMPB akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas.

Syukuran Besar-Besaran, Tumpeng dan Panggung Hiburan Rayakan Bupati Sudewo Tersangka

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bakal menggelar acara tasyakuran jika Bupati Pati Sudewo resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).‎

‎Tasyakuran itu bakal diikuti oleh ribuan simpatisan AMPB.

‎Hal itu disampaikan oleh Syaiful Huda, Juru Bicara AMPB, Selasa (20/1/2026), saat pihaknya menggelar Konferensi Pers di depan Kantor Bupati Pati, kawasan Alun-alun Pati.

‎"Ketika nanti KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka, Insya Allah dalam waktu dekat kami akan mempersiapkan syukuran rakyat," ucap dia.

‎Nantinya, dalam acara syukuran itu pihaknya akan menyiapkan tumpeng dan acara doa bersama dengan harapan agar kasus korupsi tidak terjadi lagi di Kabupaten Pati.

‎Dalam acara yang rencananya digelar di Alun-Alun Pati itu, AMPB juga akan menggelar panggung hiburan rakyat tanpa mengganggu lalu lintas maupun fasilitas yang ada.

‎"Insya Allah akan kami laksanakan secepatnya setelah KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka," kata dia.

‎Terkait rencana ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan personel AMPB lainnya. Dia memperkirakan, setidaknya 2 ribu orang akan menghadiri acara tersebut.

‎Syukuran ini akan menjadi bagian dari upaya spiritual masyarakat, melangitkan doa agar kepemimpinan selanjutnya di Kabupaten Pati lebih baik lagi dan lebih berpihak kepada rakyat.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Lega Sudewo Akhirnya Kena OTT KPK di Tengah Musibah Banjir

Kabar mengejutkan datang dari KPK, Senin (19/1/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi Bupati Pati, Sudewo, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). 

Koordinator AMPB, Harno, mengatakan dirinya merasa sedih sekaligus lega.

Dia merasa sedih. Sebab, saat sebagian wilayah Pati sedang berjuang melawan genangan banjir yang melumpuhkan aktivitas warga, pejabat daerah justru diduga melakukan tindakan korupsi.

"Kami sebenarnya sangat bersedih. Karena apa? Saat ini warga Pati sedang dilanda banjir, tetapi praktik-praktik korupsi itu malah terjadi," ungkap Harno saat dihubungi TribunJateng.com via sambungan telepon, Senin malam (19/1/2026).

Namun, kesedihan itu bersanding dengan rasa lega.

Bukan rahasia lagi, selama ini AMPB telah berkali-kali menempuh perjalanan jauh ke Jakarta untuk menggelar aksi di depan gedung KPK.

Harno mengakui ada semacam kelegaan bagi teman-teman di aliansi. Menurutnya, kerinduan akan pemimpin yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) adalah motor penggerak perjuangan mereka selama ini.

"Sehingga kabar ini (Sudewo kena OTT) sedikit banyak membuat kami merasa lega. Tapi perjuangan tidak berhenti di sini," tegasnya.

Bagi AMPB, peristiwa ini justru menjadi titik awal untuk bersih-bersih birokrasi. 

Harno menekankan, pihaknya akan terus mengawal jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Pati agar "penyakit" serupa tidak kembali menjangkiti para pemangku kebijakan.

Ia berharap peristiwa OTT ini menjadi yang terakhir sekaligus pelajaran berharga bagi siapapun yang nantinya memimpin Pati.

"Harapan saya, praktik korupsi saat ini bisa dijadikan contoh dan pembelajaran agar tidak terulang lagi. Masyarakat dan pemerintah harus bisa bersama-sama membangun Pati ke depan yang lebih baik," pungkas Harno.

Bupati Pati Sudewo Ditetapkan Tersangka oleh KPK

Bupati Pati Sudewo resmi menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Kabupaten Pati.

Sudewo bukan satu satunya tersangka yang ditetapkan KPK, ada tiga orang lainnya yang juga jadi tersangka setelah operasi tangkap tangan pada Senin (19/1/2026).

“Kemudian, setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam jumpa pers, Selasa (20/1/2026).

Selain Sudewo, KPK juga menetapkan Abdul Suyono selaku Kepala Desa Karangrowo, Sumarjiono selaku Kepala Desa Arumanis, dan Karjan yang merupakan Kepala Desa Sukorukun.

Setelah penetapan tersangka ini, KPK kemudian menahan empat orang tersebut di rumah tahanan negara cabang Gedung Merah Putih KPK.

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak tanggal 20 Januari sampai dengan 8 Februari 2026,” jelas Asep.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.