Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk menekan risiko dampak bencana susulan di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian curah hujan dan percepatan pemulihan pascabencana.
“Operasi Modifikasi Cuaca bertujuan mengendalikan intensitas hujan agar tidak memicu bencana susulan di wilayah rawan,” ujarnya.
Hingga 20 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 507 sorti dengan total penggunaan bahan semai mencapai 484.600 kilogram.
Di Provinsi Sumatera Utara, OMC tercatat sebanyak 390 sorti dengan total bahan semai 342.600 kilogram, sementara di Sumatera Barat telah dilaksanakan 407 sorti dengan total bahan semai sebesar 404.325 kilogram.
Selain OMC, BNPB bersama pemerintah daerah beserta kementerian/lembaga terkait lainnya juga mengakselerasi pembangunan rumah hunian sementara dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, pada Februari mendatang.
Dari total 50.974 unit rumah rusak berat, tercatat sebanyak 27.946 unit telah diajukan untuk pembangunan rumah huntara, dengan 1.286 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni, sementara ribuan unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.







