Rumah Lansia Penerima PKH di Batang Hari Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
January 21, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM -Sebuah rumah semi permanen milik Aminah (77), seorang lansia penerima Program Keluarga Harapan (PKH), di RT 11 Desa Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, ludes terbakar pada Selasa (20/1/2026) sore.

Desa Terusan adalah satu diantara wilayah yang masuk kecamatan Maro Sebo Ilir. Lokasinya 45 kilometer dari Muara Bulian, pusat kabupaten Batang Hari.

Untuk menuju Terusan bisa menggunakan perahu kecil yang melintasi sungai Batang Hari atau memutar melewati jalur darat melewati desa Danau Embat.

Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik yang dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Batang Hari, Muhammad Jasmin, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 16.47 WIB.

“Telah terjadi kebakaran di RT 11 Desa Terusan. Dugaan sementara penyebabnya karena korsleting arus listrik dari rumah tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, api dengan cepat membesar karena kondisi bangunan rumah yang semi permanen dan sebagian besar terbuat dari papan.

Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

“Karena rumahnya semi permanen dan berbahan papan, api memang cepat membesar dan menghanguskan seluruh rumah,” katanya.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Aminah yang menghuni rumah tersebut bersama cucunya berhasil menyelamatkan diri.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Penghuni rumah dalam kondisi selamat,” jelas Jasmin.

Namun, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Disdamkarmat Batang Hari memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp80 juta.

Proses pemadaman berlangsung relatif lancar, meski sempat terkendala akses jalan yang sempit dan kerumunan warga yang menyaksikan kejadian.

“Tidak ada kendala berarti, hanya akses jalan yang sempit dan warga cukup ramai menyaksikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Terusan, Iknak, mengungkapkan rumah berukuran 6 x 10 meter tersebut merupakan rumah bedah yang dibangun pada tahun 2014 dan saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi secara swadaya oleh pihak keluarga.

“Pada saat kebakaran, rumah tersebut masih dalam proses rehab dan belum siap ditempati sepenuhnya,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Sejumlah warga yang sedang menyiapkan makanan untuk acara hajatan di rumah sebelah melihat asap keluar dari rumah korban sebelum api membesar dan melalap seluruh bangunan.

“Beberapa ibu-ibu yang sedang memasak melihat asap keluar, tidak lama kemudian api langsung membesar dan habis semuanya,” katanya.

Selain bangunan rumah, sejumlah harta benda turut terbakar, di antaranya gabah sebanyak 10 karung atau sekitar 400 kilogram, beras 50 kilogram, peralatan elektronik, pakaian, serta berbagai perkakas rumah tangga.

Anak pemilik rumah, Muslim, juga menyampaikan bahwa sekitar satu minggu sebelum kejadian, pihak keluarga baru membeli material bangunan senilai kurang lebih Rp30 juta untuk keperluan rehabilitasi rumah.

“Material seperti kusen pintu dan jendela, atap seng, kayu, papan, plafon, dinding GRC, dan perlengkapan bangunan lainnya ikut terbakar,” ungkapnya.
(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Penyegaran Birokrasi di Pemkab Muaro Jambi, Bupati BBS Lantik Pejabat Eselon III dan IV

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.