BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) telah berjalan hampir 2 pekan.
Salah satu perubahan yang mencolok pada MBG Ramadan dengan hari biasa yaitu menu yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Jika biasanya MBG berbentuk makanan basah berupa nasi dan lauk, pada Ramadan 1447 Hijriah, siswa SMAN 2 Banjarbaru menerima paket MBG berupa makanan kering yang dibungkus plastik untuk dibawa pulang.
Penyaluran dari SPPG ke sekolah juga dipercepat selaman Ramadan, dimana jika pada hari biasa disalurkan saat jam makan siang, pada Ramadan, penyaluran dilakukan lebih awal.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Banjarbaru, Citra Nurfitriani, mengatakan banyak catatan dan evaluasi pada pelaksanaan MBG Ramadan.
Baca juga: Pemko Banjarbaru Pastikan THR ASN Cair 2026, PPPK Paruh Waktu Masih Tunggu Regulasi Pusat
Baca juga: Pasca Kematian Misterius 6 Sapi di Pelaihari Tanahlaut, Polisi Minta Keterangan 3 Warga dan Pemilik
Terlebih menurutnya tahun ini merupakan tahun pertama MBG dilaksanakan pada bulan Ramadan dengan penyesuain menu dan waktu pembagian.
"Sejauh ini memang banyak evaluasi karena merupakan tahun pertama MBG di Banjarbaru, ya. Semoga ke depannya kami memang melakukan evaluasi besar-besaran, semoga ke depannya kami bisa memperbaiki apa yang kurang-kurang dari yang sebelum-sebelumnya,” katanya kepada Bpost.
Cita mengungkapkan evaluasi yang dilakukan mulai dari pemilihan menu MBG dan pendistribusiannya dari SPPG ke sekolah-sekolah.
“Jadi kami evaluasi dari pihak pengelola MBG-nya juga untuk pemilihan menu mana yang baik, terus juga bagaimana pendistribusian yang baik sesuai dengan arahan pimpinan,”jelasnya.
Terkait teknis pembagian, Citra menyebut ada SPPG di Banjarbaru yang menyalurkan MBG Ramadan ke sekolah dengan dirapel.
“Itu mungkin bisa dikatakan case khusus ya. Bisa dirapel ketika mungkin ada sekolah yang libur, tapi balik lagi apakah orang tuanya mau menerima, ketika rapel itu apakah dia mau mengambil ke sekolahnya atau tidak,” sebutnya.
Citra juga merespons terkait beberapa sekolah yang tidak mendapatkan susu dalam menu MBG baik selama Ramadan maupun hari biasa.
Ia mengatakan, susu tidak menjadi suatu komponen yang wajib untuk disediakan SPPG dalam menu MBG.
“Jadi kalau dari pihak pengelola MBG-nya sendiri ya, tidak mewajibkan adanya susu. Karena sekarang mungkin orang dulunya tahunya 4 Sehat 5 Sempurna, sekarang kami memakai 'Isi Piringku'. Jadi di 'Isi Piringku' itu memang susu tidak menjadi suatu komponen yang wajib, jadi bisa digantikan dengan protein-protein lain seperti telur, ayam,” pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)