Fakta PETI di Sarolangun 17.362 Hektare, Sehari 8 Orang Tewas di Dusun Mengkadai
January 21, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tragedi penambangan emas tanpa izin alias PETI di Sarolangun, memakan korban delapan orang tewas, Rabu (21/1/2026).

Delapan penambang itu tewas tertimbun reruntuhan tebing penambangan emas ilegal di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung , Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun pada Selasa (20/1/2026) sore.

Di Provinsi Jambi, luas area penambangan emas ilegal di Kabupaten Sarolangun paling tinggi dibanding kabupaten-kabupaten lainnya.

Data Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, lembaga yang concern isu lingkungan, total luasan PETI di Jambi pada 2024 sebanyak 52.059 hektare. 

Data 2024, Kabupaten Sarolangun berada di peringkat pertama dengan 17.362 hektare. Kabupaten Merangin 17.320 hektare, Kabupaten Bungo 10.101 hektare, Kabupaten Tebo 6.819 hektare, Kabupaten Kerinci 208 hektare, Kabupaten Batanghari 259 hektare.

"Angka luasan PETI di Jambi dari tahun ke tahun bertambah," ujar Adi Junaedi, Direktur KKI Warsi Jambi.

Berikut data luas luas pembukaan lahan dan hutan akibat PETI di Provinsi Jambi.

Pada 2016, PETI di Jambi total 10.926 Ha. Sebarannya di Sarolangun 6.370 Ha dan Merangin 4.556. 

Pada 2017, PETI di Jambi total 27.535 Ha. Sebarannya Sarolangun 13.762 Ha, Merangin 9.679 Ha, Bungo 4.094 Ha. 

Pada 2019, PETI di Jambi total total 32.832. Sebarannya Sarolangun 14.126 Ha, Merangin 12.349 Ha, Bungo 4.711 Ha, Tebo 2.562 Ha, Kerinci 47 Ha, Batanghari 37 Ha.

Pada 2020, PETI di Jambi total total 3 9.557 Ha. Sebarannya Sarolangun 15.254 Ha, Merangin 15.812 Ha, Bungo 5.611 Ha, Tebo 2.851 Ha, Kerinci 29 Ha. 

Pada 2021, PETI di Jambi total 42.361 Ha. Sebarannya Sarolangun 15.659 Ha , Merangin 15.857 Ha, Bungo 6.748 Ha, Tebo 4.090 Ha, Kerinci 7 Ha. 

Pada 2022, PETI di Jambi total 45.896 Ha. Sebarannya Sarolangun 15.878 Ha, Merangin 16.072 Ha, Bungo 8.081 Ha, Tebo 5.101 Ha, Kerinci 44 Ha. 

Pada 2023, PETI di Jambi total  total 48.140 Ha. Sebarannya Sarolangun 17.224 Ha , Merangin 16.776 Ha, Bungo 9.102 Ha, Tebo 4.993 Ha, Kerinci 45 Ha.

Pada 2024, PETI di Jambi total 52.059 Ha. Sebarannya Sarolangun 17.362 Ha , Merangin 17.320 Ha, Bungo 10.101 Ha, Tebo 6.819 Ha, Kerinci 208 Ha, Batanghari 259 Ha.

"Sarolangun selalu berada di peringkat paling banyak luasan PETI-nya," ujarnya.

"Selain angka yang bertambah tiap tahun, aktivitas penambangan ilegal juga meluas hingga tahun ini ada di enam kabupaten," lanjut Adi Junaedi. 

Persoalan Tambang Legal dan Ilegal

Setidaknya ada tiga persoalan penyebab kerusakan hutan. 

Akibat aktivitas tambang, baik legal maupun ilegal, kebakaran hutan dan lahan serta adanya potensi kehilangan hutan dari konsesi perizinan yang saat ini masih ada tutupan hutannya. 

Data menunjukkan bahwa luasan PETI terbanyak ada di Kabupaten Sarolangun dan Merangin. 

Sementara di Batanghari yang sebelumnya kecil, kini sudah ratusan hektare lahan dan hutan untuk penambangan ilegal.

Meski secara tutupan hutan Jambi masih terlihat pertumbuhan, di sisi lain, kerusakan juga masih terlihat signifikan. 

Dari analisis yang dilakukan, KKI Warsi terindikasi ada tiga ancaman terhadap ekologi Jambi, yaitu lahan terbuka, akibat berbagia aktivitas tambang legal dan ilegal, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta potensi kehilangan hutan dari konsesi perizinan yang saat ini masih ada tutupan hutannya.

Adi memaparkan lahan terbuka yang terindikasi akibat tambang yang berada di dalam areal perizinan tercatat 13.454 Ha. 

"Angka itu  jauh lebih kecil dibandingkan yang berada di luar areal perizinan yang mencapai  54.146 hektare," ujarnya.

"Lahan terbuka di luar perizinan ini terpantau didominasi oleh tambang emas tanpa izin yang tahun 2024 mencapai luas 52 ribu hektare," kata Adi Junaedi. (Tribunjambi.com/Asto)

Baca juga: Update Tragedi Tebing PETI di Sarolangun Jambi Longsor: 8 Tewas, 4 Terluka

Baca juga: Kondisi Pramugari Florencia Usai Pesawat Jatuh, Ditemukan Seragam Tersangkut di Pohon Pegunungan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.