TRIBUNJAMBI.COM - Mengawali tahun 2026 menjadi tahun yang sibuk bagi Kedeputian Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk mengungkap kasus korupsi di Tanah Air.
Gelombang operasi senyap Lembaga Antirasuah ini menyasar tiga sektor krusial: perpajakan, pembangunan infrastruktur daerah, hingga tata kelola birokrasi di tingkat kabupaten.
Berikut daftar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal tahun 2026:
Baca juga: Bupati Pati dan Tim 8 Sempat Buat KPK Kesulitan untuk OTT, Sudewo Kini Borong Status 2 Tersangka
Baca juga: Update Tragedi Tebing PETI di Sarolangun Jambi Longsor: 8 Tewas, 4 Terluka
Baca juga: Kronologi Lengkap Guru di Kumpeh Jambi Dipolisikan Ortu Murid yang Ditegur saat Razia Rambut
1. OTT Maraton di Jawa Tengah: Bupati Pati
Puncaknya terjadi pada Senin, 19 Januari 2026.
KPK melakukan operasi simultan di dua provinsi sekaligus.
Di Jawa Tengah, KPK mengamankan Bupati Pati, Sudewo, terkait dugaan suap jual-beli jabatan.
Penyidik menduga adanya "tarif" khusus yang ditetapkan bagi calon perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Dalam penangkapan ini, tim KPK sempat menghadapi kendala lapangan namun berhasil mengamankan uang tunai senilai miliaran rupiah yang diduga sebagai uang setoran dari para bawahan.
https://jambi.tribunnews.com/news/1187462/bupati-pati-sudewo-kena-ott-kpk-hari-ini-bersama-pengepul-dana
https://jambi.tribunnews.com/news/1187464/harta-kekayaan-sudewo-bupati-pati-yang-kena-ott-kpk-punya-trail-ts125-cc-rp25-juta
https://jambi.tribunnews.com/news/1187491/dulu-demo-makzulkan-bupati-pati-ke-jakarta-kini-ampb-lega-sudewo-akhirnya-kena-ott-kpk
https://jambi.tribunnews.com/news/1187497/jejak-kontroversi-bupati-pati-sudewo-mulai-dari-lolos-pemakzulan-hingga-kena-ott-kpk
https://jambi.tribunnews.com/news/1187498/sosok-sudewo-bupati-pati-yang-kena-ott-kpk-pernah-lolos-dari-pemakzulan
https://jambi.tribunnews.com/news/1187579/kpk-bongkar-praktik-culas-bupati-sudewo-di-balik-isi-jabatan-perangkat-desa-di-pati-sebelum-ott
https://jambi.tribunnews.com/news/1187590/bupati-pati-kena-ott-kpk-sudewo-ngaku-tak-terlibat-dan-dikorbankan
https://jambi.tribunnews.com/news/1187592/bupati-pati-dan-tim-8-sempat-buat-kpk-kesulitan-untuk-ott-sudewo-kini-borong-status-2-tersangka
https://jambi.tribunnews.com/news/1187594/istana-prihatin-usai-wali-kota-madiun-dan-bupati-pati-kena-ott-kpk
2. Dugaan Pemerasan Proyek: Wali Kota Madiun
Di hari yang sama dengan penangkapan Bupati Pati, tim KPK lainnya bergerak ke Jawa Timur dan mengamankan Wali Kota Madiun, Maidi.
Maidi ditangkap atas dugaan pemerasan dan penerimaan fee dari berbagai proyek infrastruktur di Kota Madiun.
Selain Wali Kota, KPK juga mengamankan Kepala Dinas PUPR setempat dan beberapa pihak swasta.
Kasus ini menjadi sorotan karena adanya dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang digunakan untuk kepentingan pribadi.
https://jambi.tribunnews.com/news/1187503/wali-kota-madiun-minta-didoakan-usai-kena-ott-9-orang-diboyong-ke-jakarta-kpk-sita-ratusan-juta
https://jambi.tribunnews.com/news/1187501/sosok-maidi-wali-kota-madiun-yang-kena-ott-kpk-terkait-fee-proyek-dan-dana-csr
https://jambi.tribunnews.com/news/1187594/istana-prihatin-usai-wali-kota-madiun-dan-bupati-pati-kena-ott-kpk
3. Skandal Manipulasi Pajak di Jakarta Utara
Rentetan OTT dimulai pada 9-10 Januari 2026.
Tim satgas KPK melakukan penggerebekan di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara.
Dalam operasi ini, Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi, ditetapkan sebagai tersangka bersama dua anak buahnya.
Mereka diduga menerima suap dari konsultan pajak untuk memanipulasi penilaian pajak perusahaan tambang nikel.
KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia dengan nilai total mencapai Rp6 miliar.
https://jambi.tribunnews.com/news/1186721/kejutan-awal-tahun-2026-kpk-ott-oknum-pajak-kanwil-jakarta-utara
https://jambi.tribunnews.com/news/1186725/kpk-sita-ratusan-juta-dan-valas-dalam-ott-pegawai-pajak-jakarta-utara
https://jambi.tribunnews.com/news/1186731/pegawai-pajak-jakarta-utara-kena-ott-kpk-diduga-terkait-suap-pengurangan-nilai-pajak
https://jambi.tribunnews.com/news/1186732/8-orang-ditangkap-dalam-ott-pegawai-pajak-jakarta-utara-kpk-sita-rupiah-dan-valas
https://jambi.tribunnews.com/news/1186806/tak-bela-anak-buah-yang-kena-ott-kpk-menkeu-purbaya-kalau-terbukti-bersalah-ya-sudah
https://jambi.tribunnews.com/news/1187049/kpk-geledah-kantor-pajak-pusat-sita-uang-dan-dokumen-suap-diskon-pajak-80-persen
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta mengejutkan di balik Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pati, Sudewo.
Ternyata, tim di lapangan sempat dibuat "pusing" oleh taktik pengaburan identitas yang dilakukan Sudewo melalui kelompok loyalisnya yang dijuluki "Tim 8".
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menceritakan bahwa tim penyidik membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk memetakan siapa saja oknum yang terlibat.
Tim 8 merupakan kumpulan Kepala Desa (Kades) yang bertindak sebagai koordinator lapangan (korlap) dalam skandal pemerasan Calon Perangkat Desa (Caperdes).
"Adanya kesulitan gitu, iya. Jadi di lapangan itu kan kita enggak tahu nih ini siapa. Baru tahu ini orangnya oknum bupati, ini Tim 8 itu setelah pemeriksaan berjam-jam keterangan dari sana-sini," ungkap Asep dalam konferensi pers, Selasa (20/1/2026).
Kesulitan semakin bertambah saat para tersangka bersikap bungkam dan enggan mengakui keterkaitan mereka dengan sang Bupati.
Namun, melalui pemeriksaan silang terhadap kepala desa dan perangkat desa lainnya, KPK berhasil merobohkan tembok kebohongan tersebut.
Penyelidikan KPK mengungkap bahwa Sudewo telah merencanakan aksi ini sejak November 2025, tak lama sebelum pengumuman lowongan 601 jabatan perangkat desa. Sudewo diduga menggerakkan Tim 8 yang terdiri dari delapan Kades sebagai tangan kanannya untuk memungut "setoran".
Daftar Anggota Tim 8 yang Teridentifikasi:
- SIS (Kades Karangrowo), SUD (Kades Angkatan Lor), YON (Kades Karangrowo), IM (Kades Gadu).
- YY (Kades Tambaksari), PRA (Kades Sumampir), AG (Kades Lungkep), dan JION (Kades Arummanis).
Modusnya tergolong sadis. Para tersangka mematok tarif Rp165 juta hingga Rp225 juta per calon. Jika tidak membayar, Sudewo mengancam tidak akan membuka formasi perangkat desa di tahun-tahun berikutnya.
"JION dan ZAN bertugas sebagai pengepul. Hingga Minggu (18/1), JION mengantongi Rp2,6 miliar dari delapan desa di Kecamatan Jaken yang rencananya akan diteruskan ke Saudara SDW (Sudewo)," tambah Asep.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai miliaran rupiah sebagai barang bukti utama.
Baca juga: Kondisi Pramugari Florencia Usai Pesawat Jatuh, Ditemukan Seragam Tersangkut di Pohon Pegunungan
Baca juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Januari 2026 Khusus Warga Jambi, Cek Penerimanya Cekbansos.kemensos.go.id
Baca juga: Pesan Damai Bupati Tanjabtim Jambi soal Pengeroyokan Guru SMKN 3 Berbak