Akses ke Baturraden Banyumas dari Melung Terancam Putus akibat Jembatan Kalidekem Ambles
January 21, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Longsor di ujung Jembatan Kalidekem membuat jalur Baturraden-Melung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terancam putus.

Longsor telah menggerus separuh badan jalan dan membuat jembatan ambles.

Kendati begitu, sejumlah kendaraan masih berani melintas.

Timbul Yulianto, Sekretaris Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, menjelaskan, Jembatan Kalidekem merupakan jalur vital bagi mobilitas warga maupun pelancong dari dan menuju Baturraden. 

Kerusakan jembatan tersebut terjadi sejak 25 Agustus 2025 dan hingga kini belum tertangani.

"Kerusakannya sudah cukup lama."

"Sekarang, kondisinya sangat membahayakan karena selain rusak parah, jembatan juga sudah ambles," kata Timbul kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/1/2026). 

Baca juga: Jalan Baturraden Timur Rusak akibat Truk Galian C Gandatapa Banyumas, Warga Desak Tutup Tambang

Kondisi ini membuat kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati, terutama kendaraan roda dua dan roda empat bermuatan berat.

Terkait akses alternatif, Timbul menyebut, sebenarnya masih ada jalur lain yang dapat dilalui warga, yakni melalui Kutaliman.

Namun, jalur tersebut juga tidak sepenuhnya aman. 

Pasalnya, jembatan di wilayah Gerumbul (Dusun) Babakan mengalami kondisi serupa, yakni ambrol.

"Jadi, warga yang berada di antara dua akses itu sama-sama berada dalam kondisi rawan dan berbahaya," ujarnya.

Lapor DPU

Pemerintah Desa Melung, lanjut Timbul, telah mengirimkan surat resmi ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Banyumas dan minta penanganan kondisi jembatan.

Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian terkait waktu perbaikan.

Menurut informasi yang diterima pemerintah desa, pada tahun anggaran 2025 terjadi perubahan anggaran sehingga tidak tersedia dana untuk penanganan Jembatan Kalidekem.

Pemerintah desa pun berharap, tahun ini, Pemkab Banyumas mengalokasikan dana, khusus untuk perbaikan Jembatan Kalidekem.

Timbul mengatakan, sebelumnya, Jembatan Kalidekem pernah ambrol kemudian dibangun kembali.

"Salah satu penyebab kerusakan berulang adalah kondisi tanah di lokasi yang sangat labil," jelasnya.

Baca juga: Truk Tronton Tabrak 4 Mobil di Tanjakan Banyumas-Buntu, Berjalan Mundur saat Tunggu Giliran Melintas

Kekhawatiran juga dirasakan pengguna jalan. 

Seorang pengendara sekaligus pelancong asal Purwokerto, Sasongko (45), mengaku waswas saat melintas di Jembatan Kalidekem.

"Tadi, waktu melintas, saat lihat ada bagian yang ambles jadi sangat hati-hati karena takut."

"Lubangnya kelihatan lebar dan dalam banget," katanya.

Rencana Perbaikan Tahun Ini

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Jalan DPU Banyumas, Rusli Kurnia menyatakan, pihaknya telah merencanakan penanganan Jembatan Kalidekem pada tahun 2026 ini.

"Penanganan direncanakan melalui kegiatan Pemeliharaan Jembatan."

"Kami juga sudah melaksanakan survei lokasi," ujar Rusli.

Ia menambahkan, tahapan selanjutnya adalah menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan agar pekerjaan perbaikan dapat segera diproses dan direalisasikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.