TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Atap ruang kelas menjahit Sekolah Luar Biasa (SLB) Batang ambrol, Rabu (21/1/2026), sekira pukul 10.15 WIB.
Getaran terasa hingga ruang kelas lain.
Guru dan siswa sempat terdiam mencerna kejadian.
Kepala SLB Batang Buntas Ernawati mengatakan, ruang kelas menjahit itu sudah dikosongkan sejak 2025.
Saat itu, plafon kelas runtuh.
Sambil menunggu perbaikan, mereka menjadikan ruang kelas itu gudang sementara.
Sementara, aktivitas belajar dipindahkan ke gedung lain yang dinilai lebih aman.
"Kami tidak berani mengambil risiko. Keselamatan anak-anak kami nomor satu," kata Buntas, Rabu.
Baca juga: Anggaran Daerah Berkurang Rp 258 Miliar, Nasib Guru PPPK Batang Dapat Kepastian
Menurut Buntas, SLB tersebut merupakan eks Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Batang.
Bangunan itu terakhir direhabilitasi pada era 1990-an.
Saat ini, kayu penopang atap di sejumlah ruang kelas lain pun terlihat sudah rapuh.
"Ada tiga ruang kelas lain yang atapnya juga sudah memprihatinkan."
"Demi keselamatan siswa, terpaksa kami kosongkan dan belajar bergantian di ruang lain," ungkapnya.
Bagi siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah tersebut, perubahan ruang belajar bukan perkara mudah.
Mereka membutuhkan lingkungan yang stabil dan aman.
Karena itu, keputusan mengosongkan kelas diambil dengan berat hati namun mutlak dilakukan.
Kabar ambrolnya ruang kelas di SLB Batang membuat Wakil Bupati Batang Suyono langsung mendatangi lokasi.
Ia menyusuri bangunan, menyapa guru, dan memastikan para siswa dalam kondisi baik.
"Alhamdulillah tidak ada korban, baik siswa, orangtua, maupun guru," kata Suyono.
Baca juga: APBD Menyusut Rp 256 Miliar, Pemkab Batang Putar Otak Soal Layanan Warga
Ia mengapresiasi langkah pihak sekolah yang tidak memaksakan penggunaan gedung tua meski ruang yang ada terbatas.
"Keselamatan siswa ABK adalah prioritas. Keputusan sekolah ini sangat tepat," tegasnya.
Namun, perbaikan SLB Batang menghadapi kendala status lahan.
Bangunan sekolah di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) itu berada di atas lahan milik Pemkab Batang.
Sehingga, bantuan pembangunan dari Pemprov Jateng belum bisa direalisasikan.
Terkait hal ini, Wabup Suyono meminta Bagian Pemerintahan Setda Batang mempercepat proses hibah lahan.
"Kami segera buat laporan ke Pemprov Jateng untuk evaluasi menyeluruh. Soal hibah lahan, prosesnya akan kami percepat," katanya.
Suyono berharap, perbaikan SLB bisa segera dilaksanakan demi keamanan dan kenyamanan berlajar anak-anak berkebutuhan khusus yang ada.
"Mereka berhak belajar dengan aman seperti anak-anak lainnya," harapnya. (*)