Manajer PSIM Yogyakarta Bantah Isu Kapusan Brosur, Duo Asing Alami Cedera Insidental
January 21, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta angkat bicara terkait kondisi dua pemain asingnya, Donny Warmerdam dan Anton Fase, yang absen cukup lama karena cedera pada putaran pertama BRI Super League 2025/2026.

Manajer PSIM Yogyakarta, Dyaradzi Aufa Taruna, menegaskan bahwa cedera yang dialami keduanya bukan berasal dari riwayat cedera lama.

Donny Warmerdam tercatat belum sekalipun tampil pada putaran pertama dan harus melewatkan total 17 pertandingan bersama Laskar Mataram. 

Menolak disebut salah rekrut

Meski demikian, Dyaradzi menolak anggapan bahwa PSIM keliru dalam merekrut gelandang asal Belanda tersebut.

“Nah, tapi untuk Donny itu kebetulan enggak. Jadi Donny itu murni cederanya patah, jadi memang cedera baru,” ujar Dyaradzi, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, cedera Donny terjadi setelah sang pemain tiba di Yogyakarta, bukan merupakan cedera lama yang kambuh.

Dengan demikian, PSIM memastikan proses perekrutan Donny dilakukan tanpa menutup-nutupi kondisi medis pemain.

Cedera beruntun

Sementara itu, Anton Fase sempat tampil dalam sembilan pertandingan pada putaran pertama dan memberi kontribusi positif berupa dua gol serta satu assist.

Namun, winger asal Belanda itu belakangan tak lagi masuk skuad karena mengalami cedera beruntun.

“Termasuk Anton. Anton itu kemarin cedera sekali engkel. Itu cedera insiden, bukan karena latihan keras,” jelas Dyaradzi.

Menurutnya, cedera Anton bermula saat sesi latihan akibat benturan dengan rekan setim, Ikhsan Chan, yang mengenai bagian engkel. 

Cedera tersebut sempat membuat performa Anton belum kembali ke level terbaik seperti saat tampil impresif melawan Malut United dan Bali United.

“Kalau latihan keras itu biasanya hamstring atau muscle. Itu baru bisa dibilang load latihan terlalu tinggi. Tapi ini bukan,” tambahnya.

Masalah Anton belum berhenti di situ. Pada laga melawan Persijap Jepara, ia kembali mengalami cedera saat duel, yang menyebabkan jempol kakinya retak dan harus ditarik keluar pada babak pertama.

“Pas duel sekali itu kena, jempolnya retak. Sehingga half time diganti sama Riyatno Abiyoso,” ungkap Dyaradzi.

Bahan evaluasi tim

Meski demikian, manajemen PSIM memastikan bahwa tidak ada pemain rekrutan musim ini yang memiliki riwayat cedera berulang.

Namun, kondisi ini menjadi bahan evaluasi serius bagi tim ke depan.

“Alhamdulillah kita nggak ada pemain yang kita ambil musim ini yang punya riwayat cedera yang berulang. Tapi ini jadi evaluasi buat kita agar lebih hati-hati mencari pemain yang punya riwayat cedera,” katanya.

Dyaradzi menegaskan, label “kapusan brosur” baru pantas disematkan jika klub merekrut pemain dengan riwayat cedera berat seperti ACL yang kemudian kembali kambuh.

“Kalau misalnya ACL lalu kena lagi, itu baru kita dibilang kapusan brosur,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.