Posko Tanggap Darurat Banjir Sembakung Resmi Ditutup, BPBD Nunukan Tetap Lakukan Pemantauan Wilayah
January 21, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN-Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) banjir di Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai resmi ditutup setelah kondisi wilayah terdampak dinyatakan aman dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Penutupan Posko Tanggap Darurat dilakukan pada Rabu (21/01/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, menandai berakhirnya masa tanggap darurat yang telah berlangsung selama 14 hari.

Penutupan posko dipimpin oleh Camat Sembakung selaku Wakil Komandan Posko dan dihadiri oleh jajaran BPBD Nunukan, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan yang terlibat langsung dalam penanganan banjir sejak awal kejadian.

Kepala Subbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan keputusan penutupan posko dilakukan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan, termasuk pemantauan tinggi muka air dan situasi sosial masyarakat.

Baca juga: Banjir Sembakung Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal, Posko Tanggap Darurat Segera Ditutup

“Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, tinggi muka air di Desa Atap Kecamatan Sembakung dan Desa Mansalong telah surut dan berada di bawah batas normal. Aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta roda pemerintahan sudah kembali berjalan seperti biasa, sehingga posko tanggap darurat kami nyatakan ditutup,” ujar Hasanuddin kepada TribunKaltara.com, Rabu (21/01/2026).

Hasanuddin menjelaskan, selama masa tanggap darurat, BPBD Nunukan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pemantauan wilayah rawan, pendataan dampak, hingga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut Hasanuddin, keberadaan posko selama dua pekan terakhir berperan penting sebagai pusat koordinasi lintas sektor dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan, sekaligus sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat terdampak.

“Posko menjadi titik kendali utama untuk memastikan respon penanganan berjalan terpadu. Alhamdulillah, seluruh tahapan tanggap darurat dapat dilalui dengan baik berkat kerja sama semua pihak,” ucapnya.

Meski status tanggap darurat telah berakhir, BPBD Kabupaten Nunukan menegaskan bahwa pemantauan wilayah tetap dilanjutkan.

Baca juga: Bupati Nunukan Irwan Sabri Tinjau Banjir di Sembakung, Beri Bantuan Sembako Bagi Warga Terdampak

Personel Pos BPBD Kecamatan Sembakung akan mengambil alih fungsi pemantauan guna mengantisipasi potensi banjir susulan dan memastikan kondisi tetap kondusif.

“Pasca penutupan posko, pengawasan tetap dilakukan oleh personel Pos BPBD Kecamatan. Ini penting sebagai langkah antisipasi, mengingat wilayah Sembakung termasuk daerah rawan banjir,” tuturnya.

Dengan ditutupnya posko, personel BPBD Kabupaten Nunukan yang sebelumnya diperbantukan di lokasi bencana akan kembali ke Kabupaten.

Sementara itu, aktivitas warga, pelajar, pelayanan pemerintahan, serta pelayanan umum di wilayah Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai dilaporkan telah berjalan normal tanpa kendala berarti.

BPBD Nunukan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk unsur Forkopimcam, aparat desa, relawan, dan masyarakat yang dinilai turut berperan menjaga ketertiban serta keselamatan selama masa bencana.

“Partisipasi masyarakat dan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan penanganan banjir ini. Ke depan, kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat,” ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.