Dedy Fernando Hilang saat Menjaring Ikan, SAR Temukan Jasad Korban di Muaro Sunua Padang Pariaman
January 21, 2026 07:27 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Dedy Fernando (44), nelayan yang hilang saat menjaring ikan di Muaro Sunua Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Petugas menemukan jasad korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Rabu (21/1/2026).

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa Dedy Fernando (44) merupakan warga Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, ditemukan pada hari kedua pencarian sekitar pukul 15.52 WIB, Rabu (21/1/2026).

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari Last Know Positions (LKP) di perairan Muaro Sunua. Selanjutnya korban langsung dievakuasi ke RSUD Kota Pariaman,” kata Abdul Malik.

Ia menjelaskan, korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Pencabutan Izin Perusahaan di Sumbar, WALHI Tagih Janji Pemulihan Hak Rakyat dan Lingkungan

Berdasarkan informasi yang diterima Kantor SAR Padang, korban pergi menjaring ikan sekitar pukul 03.00 WIB dan masih sempat terlihat warga pada pukul 07.00 WIB.

Namun setelah itu, korban tidak lagi terlihat, sementara sepeda motor dan celana milik korban ditemukan di darat.

Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran di area sungai seluas sekitar 2,5 kilometer persegi ke arah hilir.

Pencarian dilakukan menggunakan Landing Craft Rubber (LCR), Aqua Eye, serta metode parallel sweep search.

“Proses pencarian sempat terkendala oleh meningkatnya debit air sungai, namun seluruh unsur tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.

Baca juga: Pemko Padang Dukung Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Fadly Amran Instruksikan OPD Terlibat Aktif

Abdul Malik menambahkan, setelah dilakukan debriefing pada pukul 16.15 WIB, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan penutupan Operasi SAR diusulkan.

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat antara lain Basarnas, Polairud, BPBD Kota dan Kabupaten, TNI, Polri, serta relawan, dengan dukungan berbagai peralatan SAR darat, air, udara, dan medis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan,” tutup Abdul Malik.

Dilaporkan Hilang

Seorang warga Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan hilang saat menjaring ikan di kawasan Muaro Sunua, Selasa (20/1/2026).

Hingga Selasa sore, korban belum ditemukan dan pencarian resmi telah dilakukan oleh Kantor SAR Kelas A Padang.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, melalui laporan resminya menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian orang hilang dalam kondisi membahayakan manusia pada pukul 15.07 WIB.

Menurut Abdul Malik, korban diketahui bernama Dedy Fernando (44), warga Sunur Barat, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.

Korban dilaporkan pergi menjaring ikan seorang diri di Muaro Sunua sejak Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Harga Sembako di Pasar Raya Padang Turun Jelang Ramadan, Telur Ayam Anjlok Rp7.000 per Papan

“Sekitar pukul 07.00 WIB, korban masih terlihat oleh warga di sekitar lokasi. Namun setelah itu korban tidak terlihat lagi," katanya.

"Sementara itu di darat hanya ditemukan sepeda motor dan celana milik korban,” tambahnya.

Mengetahui kejadian tersebut, masyarakat setempat sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian.

Namun hingga siang hari, korban belum berhasil ditemukan sehingga peristiwa tersebut dilaporkan kepada Kantor SAR Padang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Padang langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 15.20 WIB.

Baca juga: Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Padang Tangani 1.686 Penyelamatan di 2025, Ada Evakuasi Ular

"Tim yang diterjunkan berjumlah delapan personel untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," kata Abdul.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim membawa sejumlah peralatan, di antaranya rescue car double cabin, rescue car palsar, LCR dan mopel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan evakuasi guna mendukung proses pencarian korban.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Padang, kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau berawan dan hingga saat pelaksanaan operasi tidak ditemukan faktor penghambat yang berarti di lapangan.

Hingga laporan ini disampaikan, operasi pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR.

Kantor SAR Padang memastikan proses pencarian dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.