Satu Kampung di Surian Sumedang Terisolasi Imbas Jembatan Gantung Rusak
January 21, 2026 08:03 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di Kampung Bobos RT 11/04, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, kembali terisolasi setelah jembatan gantung yang melintasi Sungai Cikandung rusak. 

Jembatan tersebut sebelumnya menjadi satu-satunya akses penghubung warga menuju pusat pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

Kepala Desa Wanajaya, Erwan Riswanto, mengatakan kerusakan jembatan membuat warga kembali harus menyeberangi Sungai Cikandung secara langsung, dengan menerjang arus sungai, sebagaimana yang telah mereka alami selama puluhan tahun.

“Sejak Indonesia merdeka, warga Dusun Bobos ini belum benar-benar menikmati akses jembatan. Kalau mau ke kantor desa, sekolah, atau layanan kesehatan, ya harus nyebrang sungai langsung,” kata Erwan kepada TribunJabar.id, Rabu (21/1/2026). 

Baca juga: BREAKING NEWS! Pabrik Air Kemasan Tertimbun Longsor di Cigendel Sumedang

Menurut Erwan, jembatan gantung tersebut baru terbangun pada akhir 2023 melalui bantuan komunitas Vertical Rescue Indonesia. Namun, usia jembatan tidak bertahan lama akibat kondisi tanah di titik tumpuan yang labil.

“Tanahnya memang tidak stabil. Jadi meskipun jembatan sudah ada, tidak bertahan lama dan sekarang rusak lagi,” ujarnya.

Akibat rusaknya jembatan, warga Dusun Bobos justru lebih memilih mengakses layanan pendidikan dan kesehatan ke kecamatan tetangga, yakni Kecamatan Buahdua, yang dinilai lebih dekat dan mudah dijangkau dibanding harus menyeberangi sungai menuju wilayah Surian.

“Kondisi ini membuat layanan di Kecamatan Surian tidak terkover optimal. Untuk berobat atau sekolah, warga lebih memilih ke Buahdua,” kata Erwan.

Ia menjelaskan, secara historis wilayah Kampung Bobos memang memiliki keterkaitan erat dengan Kecamatan Buahdua. Bahkan, menurut cerita orang tua terdahulu, kawasan tersebut dahulu merupakan tempat berpindah atau migrasi warga pada masa penjajahan demi mencari wilayah yang aman.

“Kalau kata orang tua dulu, ini seperti migrasi zaman penjajahan. Kampung Bobos itu dulu wilayah aman. Dulu masuk Buahdua, sekarang masuk Desa Wanajaya, Kecamatan Surian,” tuturnya.

Jembatan gantung di Kampung Bobos dibangun menjelang akhir 2023 sebagai bagian dari program Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia yang digagas Vertical Rescue Indonesia. Peletakan batu pertama dan tiang pancang dilakukan pada 5 Oktober 2023 oleh Dandim 0610/Sumedang Letkol Kav Christian Gordon Rambu, M.Si (Han).

Pembangunan jembatan memakan waktu kurang dari dua bulan dan diresmikan pada 25 November 2023 oleh Ketua Dewan Pembina Vertical Rescue Indonesia, Letnan TNI (Purn) Anto Mukti Putranto. Jembatan tersebut tercatat sebagai jembatan ke-181 yang dibangun Vertical Rescue Indonesia secara nasional dan ke-62 di wilayah Jawa Barat.

Namun kini, warga kembali harus berjibaku dengan kondisi alam. Pelajar pun ikut terdampak karena harus menyeberangi sungai untuk bersekolah. Kondisi ini membuatl warga di Dusun Bobos terus berkurang.

“Sekarang tinggal 25 KK. Yang muda-muda banyak pindah ke Desa Karangbungur, Kecamatan Buahdua, karena akses di sana lebih mudah,” kata Erwan.

Padahal, lanjut dia, Desa Wanajaya telah memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan seperti SD, TK, hingga Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Namun sulitnya akses membuat fasilitas tersebut tidak bisa dimanfaatkan optimal oleh warga Kampung Bobos. (*)

 



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.