TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali mengancam pada Januari 2026.
Sebidang lahan semak belukar di Jalan Bawi Jahawen, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dilaporkan terbakar pada Rabu (21/1/2026) siang.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 12.15 WIB setelah laporan masuk ke petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: Bangga, SMPN 2 Sampit Wakili Kotim Pecahkan Rekor MURI Edukasi Gizi Nasional
Baca juga: Inkonsistensi Kebijakan Jadi Ancaman Bagi Ekosistem Lahan Gambut di Kalteng
Baca juga: Perbaikan Jembatan Patah Kota Sampit Dimulai, Pemeliharaan Sementara Dalam 2 Hari
Hanya berselang empat menit, satu unit mobil tangki pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 4,7 kilometer.
Setibanya di lokasi pukul 12.28 WIB, petugas mendapati api sudah membakar lahan semak belukar seluas kurang lebih 600 meter persegi.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena titik api berada tidak jauh dari permukiman warga.
“Begitu tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman karena api berpotensi merambat ke sekitar rumah warga,” ujar Kalasa BPBD Kotim, Multazam.
Proses pemadaman dimulai pukul 12.30 WIB.
Berkat respons cepat petugas, api berhasil dilokalisir sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 12.50 WIB.
Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran susulan.
Sekitar pukul 13.12 WIB, kebakaran dinyatakan selesai dan situasi dinyatakan aman.
Petugas kemudian kembali ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Berdasarkan laporan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini.
Namun, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada unsur kesengajaan atau arson.
Pelapor kebakaran diketahui bernama Salamun, warga setempat yang pertama kali melihat kepulan asap dari lahan kosong tersebut.
BPBD Kotim mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama di musim cuaca cerah yang rawan memicu kebakaran lahan.
“Peran aktif masyarakat sangat penting. Jika melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” imbau petugas.
Peristiwa ini menjadi peringatan dini bahwa ancaman karhutla di Kotim mulai meningkat, meski tahun baru masih berjalan di awal.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa terulang.