TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Tawa dan tepuk tangan anak-anak pecah di halaman SMP Negeri 2 Sampit, pada Rabu (21/1/2026).
Pagi itu, ratusan siswa larut dalam suasana penuh semangat saat sekolah mereka resmi menjadi bagian dari pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia atau Rekor MURI dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026.
Kegiatan edukasi gizi serentak se-Indonesia tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Patah Kota Sampit Dimulai, Pemeliharaan Sementara Dalam 2 Hari
Baca juga: Inkonsistensi Kebijakan Jadi Ancaman Bagi Ekosistem Lahan Gambut di Kalteng
Baca juga: 15 Dapur SPPG 3T di Palangka Raya Sudah Terbangun, Operasional Masih Menunggu
SMP Negeri 2 Sampit, yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, menjadi satu-satunya sekolah perwakilan Kabupaten Kotim dari total 1.840 sekolah di seluruh Indonesia yang ikut ambil bagian.
Program ini digagas oleh Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPP Persagi) sebagai upaya masif memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang sejak usia sekolah.
“Alhamdulillah hari ini saya menghadiri peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026. Kegiatan ini memberikan edukasi penting kepada anak-anak kita tentang bagaimana menjaga kesehatan gizi,” ujar Wakil Bupati Kotim, Irawati.
Ia menegaskan, pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul di masa depan.
“Dengan gizi yang baik, anak-anak kita bisa tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Ini menjadi bekal agar ke depan mereka menjadi anak-anak yang hebat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia dari Persagi Kotim, Tri Aprianto, menjelaskan bahwa pemilihan SMP Negeri 2 Sampit sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan.
“Pertimbangannya karena sekolah ini sudah beberapa kali bekerja sama dalam kegiatan gizi. Selain itu, pelaksanaan harus serentak pada hari Rabu, dan tidak semua sekolah bisa menyesuaikan,” jelas Tri.
Awalnya, Persagi Kotim menargetkan dua sekolah untuk ikut serta.
Namun, karena kendala jadwal, hanya satu sekolah yang akhirnya dapat berpartisipasi penuh.
Dalam kesempatan itu, Tri Aprianto juga menyinggung dampak positif dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di tingkat SMP.
“Dampaknya sangat bagus. Anak-anak merasa bersyukur dengan adanya MBG. Mereka jadi lebih siap menerima pelajaran karena kebutuhan gizinya terpenuhi,” katanya.
Ia menambahkan, tema besar Hari Gizi Nasional tahun ini adalah gizi seimbang, yang mencakup pemenuhan karbohidrat, protein, lemak, serta energi sesuai kebutuhan siswa.
“Gizi seimbang ini penting agar anak-anak tidak hanya kenyang, tapi juga mendapatkan asupan yang tepat untuk tumbuh dan belajar,” ujarnya.
Secara nasional, kegiatan ini tercatat oleh MURI sebagai edukasi gizi serentak di sekolah terbanyak se-Indonesia, melibatkan 1.840 sekolah dari berbagai daerah.
Di Kalimantan Tengah sendiri, selain Kotim, kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak di sejumlah kabupaten dan kota seperti Palangka Raya, Sukamara, Pulang Pisau, Kapuas, dan wilayah Barito.
Bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Sampit, momen ini bukan sekadar rekor, melainkan pengalaman berharga yang diwarnai tawa, semangat, dan pelajaran penting tentang arti hidup sehat sejak dini.