Pesan Pilu 2 Kakak untuk Florencia Ollen usai Tragedi ATR 42-500, Tulis Puisi Duka Menyayat Hati
Satrio Sarwo Trengginas January 21, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Duka mendalam dirasakan keluarga Florencia Lolita Wibisono alias Ollen, pramugari yang menjadi korban tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik  Air Indonesia Transport (IAT) di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. 

Dua kakak Ollen, menuliskan pesan pilu yang menyentuh dan langsung menyita perhatian warganet. 

Kakak Ollen, Natasya Wibisono, mengunggah foto sang adik di Instagram.

Dalam postingannya itu, ia menulis kalimat singkat tetapi bermakna. 

"Fly higher sayangnya kakak," tulis Natasya. 

Natasya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi doa dan dukungan sejak awal proses pencarian hingga kabar duka yang diterima keluarga. 

"Terima kasih teman-teman buat doa, perhatian dan dukungannya."

"Saatnya kami keluarga mengantarkan adik kami ke tempat peristirahatan yang terakhir."

"Akan kami infokan segera," tulisnya di Instagram Story.

Tulis puisi

Sementara itu, kakak Ollen lainnya, Felix, menyampaikan kabar duka lewat tulisan panjang yang puitis. 

Felix mengungkapkan bahwa keluarga sangat kehilangan atas kepergian Ollen. 

Ketika "baik gak baik,
Tuhan Yesus tetap baik”
berdiri di titik yang berbeda.

Hari ini kami tidak berusaha meniadakannya.

Ini adalah duka.
Ini adalah luka.
Ini adalah kehilangan yang
sangat dalam bagi kami.

Dengan segala pertanyaan
yang tidak kami dapatkan jawaban,
air mata yang tidak dapat disangkal,
dan hati yang sedang retak
tak mungkin ditutupi.

Kami memilih percaya
di tengah ketidakpercayaan ini.
Bukan karena kami mengerti.
Bukan karena kami kuat.

Tetapi karena hanya kepada-Nya
kami bisa membawa cinta,
kehilangan, dan air mata kami ini.

Hanya Dialah pribadi
yang kami percaya
selalu memegang
dan memeluk erat hidup kami.

Dan kini..
Bagi kami kehilangan telah berganti nama.
Suara yang pernah kami panggil.
Hidup yang tidak tergantikan.

Florencia Lolita Wibisono.

Anugerah yang Tuhan
pernah titipkan dalam hidup kami.

Tuhan, hari ini kami menyerahkannya
ke dalam tangan-Mu.
Karena hanya di dalam-Mu
kami tahu dia aman.
Di tempat terbaiknya.

Flying higher,
Olen kami sayang.

Terimakasih buat semua doa
dan dukungannya yang sangat berarti
bagi kami sekeluarga.

Kami mohon tetap berdoa
untuk yang lain juga segera ditemukan
dan semua yang terkait
diberikan kekuatan dari Tuhan.

Hari Bahagia yang Tak Pernah Tiba

Duka semakin dalam saat Ollen, yang tengah mempersiapkan masa depan, masuk ke dalam daftar korban tragedi jatuhnya pesawat tersebut. 

Padahal, ia tengah mempersiapkan masa depan. 

Ia berencana menikah dengan kekasihnya, seorang pilot. 

Keduanya sudah membicarakan rencana pernikahan secara serius. 

"Iya, dia memang akan segera menikah. Kami semua sudah menantikan momen bahagia itu," ungkap Juwita, kerabat Florencia, dengan nada lirih.

Keluarga Ollen di Tondano, Minahasa, juga merasakan kehilangan yang sama. 

Meski tanggal pasti belum ditentukan, rencana pernikahan tersebut sudah dibicarakan secara serius.

"Kami dengar sudah ada rencana menikah, tapi belum tahu kapan. Rencananya secepatnya. Calonnya pilot di salah satu maskapai," tutur Yanti.

Florencia Teridentifikasi

Identitas korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 disampaikan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan, Polda Sulsel Kombes Pol dr Muhammad Haris.

"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono," ujar dr Muhammad Haris dikutip dari TribunTimur di Biddokes Polda Sulsel pada Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 wita

Florencia Lolita Wibisono teridentifikasi berumur 33 tahun.

Dengan alamat di Alamat OAK Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Identifikasi dilakukan pada sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis.

Jasad Florencia ditemukan  personel SAR ARAI Sulawesi Selatan Saiful Malik. Ia menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan di Bulusaraung, Pangkep sekira pukul 14.00 Wita pada Senin (19/1/2026).

Awalnya, Saiful sedang mencari jalur menuju lokasi penyelamatan di sekitar titik jatuh pesawat.

Ia lalu menyisir area di sekitar posisi kepala pesawat sebelum akhirnya bergerak ke arah kanan lereng gunung.

Kemudian, Saiful melihat bekas-bekas pohon serta batu yang pecah.

“Dari situ saya identifikasi kemungkinan ada sesuatu di area tersebut,” kata Saiful dikutip dari TribunTimur di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Senin (19/1/2026) malam.

Sekira pukul 14.00 Wita, Saiful menemukan korban setelah menyusuri lereng sebelah kanan.

Ia tidak langsung mendekat. Namun memilih menunggu personel lain dari Basarnas serta tim SAR gabungan.

“Identifikasi awal korban perempuan. Saya belum berani mendekat, menunggu teman-teman dulu. Setelah Basarnas dan tim lain datang, kita pastikan korban perempuan dan masih ditemukan name tagnya,” ungkapnya.

Posisi Tengkurap

Saiful ditemukan dalam posisi tengkurap di lereng gunung.  Ia mengenakan pakaian non uniform berupa celana jeans dan sepatu kets berwarna hitam.

Sementara bagian atas diduga bukan seragam penerbangan.

Setelah proses penemuan, ia menunggu kedatangan kantong jenazah sebelum melakukan pengemasan dan mobilisasi korban menuju jalur utama evakuasi. 

Proses tersebut memakan waktu cukup lama mengingat kondisi medan yang ekstrem.

“Untuk evakuasi sudah dilakukan briefing teknis. Mekanismenya menggunakan tali dari puncak ke lokasi, namun untuk penurunan dari puncak ke titik evakuasi masih kita atur secara teknis,” jelasnya.

Olehnya, korban saat ini telah dibungkus dan digantung sekitar 25 meter dari jarak ditemukan dan akan kembali di evakuasi besok pagi.

Berita terkait

  • Baca juga: Air Mata Keluarga Pecah: Florencia Ollen 14 Tahun Jadi Pramugari, Gugur Jelang Hari Bahagia
  • Baca juga: Ayah Ungkap Percakapan Terakhir Sebelum Tragedi ATR di Maros: Mas Dwi Sempat Trauma Naik Pesawat
  • Baca juga: Tradisi Terakhir Kapten Andy Dahananto Sebelum Terbangkan Pesawat ATR, Minta Doa Ini ke Keluarga
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.